6 Gambaran Tugas HRD di Perusahaan Startup

Tugas HRD di Perusahaan Startup. Startup merupakan perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Startup ini merupakan perusahaan baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar maupun mengembangkan produknya.

Saat ini banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan startup. Karena menurut mereka perusahaan startup ini menantang dan cocok sekali untuk dijadikan tempat belajar. Dan salah satu profesi yang penting ialah menjadi staf HRD.

Tugas HRD ini memiliki banyak tantangan, dan HRD di korporat dan startup sedikit berbeda. Karena di perusahaan startup butuh banyak pengembangan, tugas HRD akan semakin banyak.

Dan berikut adalah 6 gambaran tugas HRD di perusahaan startup.

1. Tugas HRD di Perusahaan Start Up adalah Merekrut Karyawan

Perusahaan yang baru saja merintis dengan rentang usia satu sampai dua tahun, juga biasanya melakukan rekrutmen karyawan baru. Rekrutmen diperusahaan rintisan biasanya juga dilakukan oleh manager atau founder. Sementara HRD melakukan hal teknis lainnya.

Tugas HRD Merekrut Karyawan

Jika biasanya di perusahaan korporat rekrutmen pasti hanya dilakukan oleh HRD. Misalnya untuk menyeleksi seorang kandidat harus lolos tes psikologi, tes kesehatan dan teknis lainnya.

Sementara di perusahaan startup, HDR menyeleksi kandidat karyawan baru dengan melakukan skill test dan memanfaatkan teknologi untuk menghemat waktu.

Perusahaan startup dan korporat memililki cara pandang berbeda saat menerima karyawan baru. Perusahaan korporasi sangat kental dengan nilai profesionalisme tinggi, serta struktur organisasinya juga sudah mantap. Sehingga tidak bisa sembarangan saat menerima karyawan baru.

Perusahaan korporat lebih hati-hati dalam rekrutmen dan banyak yang menilai sangat berbelit-belit. Sementara perusahaan satartup selalu terbuka dengan nilai-nilai baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Sehingga dalam cara rekrutmen karyawan lebih mementingkan kontribusi apa yang bisa diberikan oleh kandidat kepada perusahaan. Apakah memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama dengan perusahaan tersebut.

Jika kedua belah pihak sudah merasa cocok, kemungkinan besar kandidat tersebut bisa mulai melakukan training atau probation di perusahaan startup tersebut.

Saat perekrutan, dan mengumpulkan CV, calon pegawai akan diberikan tes simulasi kerja, dan interview langsung dengan HRD.

Baca yuk , 11 Tips Membuat CV Lamaran Kerja yang Mempesona

Saat wawancara juga biasanya dilakukan dengan santai dan tidak kaku. Agar HRD bisa mengenal pelamar dengan otentik dan bisa berbicara mengalir seperti ngobrol biasa. Hal tersebut merupakan gambaran tugas HRD di perusahaan startup.

2. Mengatur Managemen Kerja

Managemen kerja atau performance management merupakan keharusan dan dilakukan untuk menjaga performa karyawan. Proses ini dilakukan untuk memastikan karyawan bekerja secara optimal sesuai dengan tujuan perusahaan.

Mengatur Managemen Kerja adalah tugas HRD

Managemen kerja harus dilakukan secara berkala agar perusahaan bisa terus melakukan perbaikan. Dalam proses ini termasuk mengidentifikasi harapan, tujuan, memberikan feedback, hingga meninjau hasil kerja.

Managemen kerja ini juga bertujuan untuk mengetahui kemampuan karyawan, agar bisa tepat saat melakukan pekerjaan. Selain itu, juga memberikan penghargaan kepada karyawan yang bekerja dengan tepat.

Managemen kerja juga dilakukan untuk mengetahui hambatan yang dialami karyawan saat bekerja, serta meningkatkan sistem komunikasi antara atasan dan bawahan. Hal ini bisa mendukung pengembangan diri karyawan dalam kemajuan karir.

Meskipun bekerja di perusahaan startup lebih fleksibel, tetapi harus dikawal dengan aturan main yang tegas. Sehingga meskipun karyawan bisa bekerja dengan suasana santai, kinerjanya harus bisa dipertanggungjawabkan pada target yang dimiliki oleh perusahaan.

Managemen kerja di perusahaan startup dilakukan oleh HRD dengan didampingi oleh atasan. Ada kalanya juga perusahaan startup tidak memiliki managemen kerja yang baku. Sehinga appraisal atas sebuah performance menjadi tidak sepadan antar karyawan.

3. Skill Branding Karyawan

Tugas HRD di perusahaan startup juga termasuk memikirkan bagaimana pekerja di perusahaan bisa terus berkembang. Karena, jika tidak difikirkan maka perusahaan tidak akan berkembang.

HRD mengelola Skill Branding Karyawan

Sehingga wajar apabila HRD di perusahaan startup kerap menawarkan pelatihan baik soft skill maupun hard skill kepada setiap karyawan yang membutuhkan. HRD di perusahaan startup juga harus memikirkan seperti apa skill branding karyawan.

Karena hal ini akan mempengaruhi employer branding perusahaan juga. Apalagi jika bekerja di perusahaan startup, tentu karyawan harus banyak tampil di depan publik. Seperti misalnya perusahaan yang berkembang lewat Youtube.

Untuk membentuk skill branding karyawan, HRD perusahaan startup harus mengidentifikasi setiap karyawan. Misalnya dengan membuat sebuah grup dan menanyakan kepada grup tersebut apa hal yang membuat mereka merasa bahagia saat bekerja di perusaan sebelumnya.

4. Menciptakan Suasana Kerja yang Kondusif

Tugas HRD di perusahaan startup juga berperan membuat kebijakan yang berkaitan dengan karyawan. Kebijakan ini harus diarahkan pada kenyamanan kerja dan efektivitas kerja dari setiap karyawan.

Tugas HRD Menciptakan Suasana Kerja yang Kondusif

Orientasi kebijakan yang dibuat oleh HRD, juga untuk meningkatkan produktivitas perusahaan dan menjaga moral karyawan. Karena karyawan dengan moral dan psikis yang baik, juga akan memiliki kinerja yang bagus dan meningkat.

Perasaan bahagia dan energi positif yang dimiliki oleh seorang karyawan akan menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan personal karyawan. Kebijakan yang diberikan seperti misalnya terkait pengambilan cuti dan liburan untuk karyawan.

Suasana kerja di perusahaan juga akan membentuk budaya kerja tertentu yang nantinya akan menjadi budaya perusahaan startup itu sendiri. Budaya ini terbentuk karena aturan yang dibuat dan diterapkan, serta respon yang biasanya muncul dari para karyawan.

Respon yang diberikan tersebut nantinya akan menunjukan apakah aturan yang diberikan ini memberikan dampak positif atau negatif. Suasana kerja di perusahaan merupakan hal penting dalam sebuah perusahaan.

Budaya kerja yang kondusif merupakan identitas perusahaan dan menentukan loyalitas dan karaketer pada karyawan. Sehingga dalam melakukan pekerjaannya seorang HRD perusahaan startup dituntut untuk berhubungan dengan semua karyawan di perusahaan.

Tidak hanya memperkenalkan perusahaan di awal rekrutmen, tetapi juga mampu memproses setiap permasalahan karyawan yang muncul setiap harinya. Sehingga HRD perusahaan startup harus bisa menjalin hubungan baik dengan semua karyawan.

HRD perusahaan startup harus mampu memahami psikologis manusia, dan harus menjadi skill wajib yang dimiliki. Karena mereka dituntut untuk lebih peka dan bisa memahami setiap permasalahan karyawan yang datang dari berbagai latar belakang.

Kemampuan untuk mengenal karakter dari masing-masing karyawan juga wajib dimiliki oleh seorang HRD startup. Kemampuan ini sangat berguna untuk menjembatani karyawan dengan perusahaan startup sehingga akan terbentuk budaya kerja yang kondusif di perusahaan.

Segala macam informasi pun bisa ditangkap sebagaimana mestinya, sehingga bisa mendapatkan respon yang sesuai dengan harapan kedua belah pihak.

Baca artikel lainya yuk, 13 Tips Agar Karyawan Betah dan Nyaman Bekerja dengan Anda.

Inilah tanggung jawab HRD startup, yaitu membentuk suana kerja atau budaya kerja di perusahaan startup. Sehingga arahnya lebih jelas dan merangsang produktifitas karyawan. Apalagi di perusahaan rintisan, yang budaya kerjanya belum terbentuk dengan baik.

5. Melindungi dan Memberikan Kompensasi Kepada Karyawan

Melindungi perusahaan, termasuk karyawan tugas HRD di perusahaan startup. HRD haruslah bisa memperhatikan kesejahteraan karyawan, terutama soal gaji maupun budaya perusahaan.

HRD Melindungi dan Memberikan Kompensasi Kepada Karyawan

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, HRD sangat berperan penting dan dinantikan oleh karyawan. Mestinya HRD perusahaan startup bisa melihat kinerja karyawan agar bisa mempertimbangkan timbal balik yang diberikan.

Dengan begitu, karyawan akan menjadi lebih loyal dan tidak akan segan. Dan mereka bisa meningkatkan produktifitas kerja, karena diperhatikan oleh perusahaan dengan semestinya. Inilah tugas yang paling harus diperhatikan oleh HRD perusahaan startup.

Selain itu, perlindungan karyawan juga harus dilakukan oleh perusahaan dengan perlindungan hukum/legalitas, aturan main untuk semua industri yang menggunakan tenaga kerja sudah jelas.

Perusahaan startup harus paham terhadap hak dan kewajiban perusahaan dan karyawan. Pelaku industri haruslah tertib dan terhindar dari potensi gugatan hukum yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.

Hal ini juga terkait dengan aturan jam kerja, jam lembur, tunjangan, hak cuti, asuransi, dan lain sebagainya. Semua ini harus jelas dan ditaati oleh perusahaan.

Jam kerja di Indonesia, termasuk di dalamnya waktu istirahat kerja dan lembur, telah diatur dalam pasal 77 hingga pasal 85 Undang Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Pasal 77 ayat 1, UU No 13 Tahun 2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja.

Untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu, jam kerjanya 7 jam/hari dan 40 jam/minggu. Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam seminggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam/hari dan 40 jam/minggu.

Dan keberadaan HRD startup, memiliki tugas untuk mengurus berbagai persoalan seperti ini. Sehingga perusahaan bisa terus berjalan dan terhindar dari pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan.

6. Arsip Keperluan dan Database Karyawan

Saat pembentukan perusahaan startup, tenaga kerja yang dimiliki oleh perusahaan memang belum begitu banyak. Dan pengarsipan serta database masih bisa diatasi dengan manual atau secara fisik.

Arsip Keperluan dan Database Karyawan

Tetapi, tentu saja perusahaan startup nantinya akan berkembang menjadi lebih besar, dan menambah SDM lebih banyak demi perkembangan perusahaan. Sehingga pengelola SDM seharusnya merencanakan sejak awal dengan divisi HR.

Hal ini dimaksudkan agar nantinya tidak akan menemukan hambatan yang begitu berarti. Serta bisa menangani setiap hambatan dengan lebih mudah.

HRD startup lah yang berperan mengelola database setiap karyawan. Sehingga semua rekaman terkait karyawan bisa tersusun dengan rapi.

Data inilah yang nantinya digunakan juga untuk pengurusan gaji, asuransi, review kerja, perencanaan pelatihan, dan berbagai strategi bisnis lain.
Dalam kaitannya dengan hal ini, HRD perusahaan startup harus mampu membuat administrasi dan pelaporan, mencakup kehadiran karyawan, keterlambatan, ketidakhadiran, dan lain sebagainya.

HRD perusahaan startup bisa membuat sistem absensi kehadiran online untuk memudahkan rekapitulasi data dan pencatatan. Sistem online akan membentuk integrasi antara data, sehingga perubahan data yang satu akan langsung mengubah yang lainnya.

Selain itu, dengan sistem online, karyawan bersangkutan juga bisa mengakses akunnya sendiri. Dan melalui absen online inilah data bisa diolah secara langsung dan real-time sehingga hasilnya bisa langsung terlihat.

Tentu akan sangat merepotkan jika semuanya dikerjakan secara manual, apalagi HRD memiliki banyak jobdesk yang tidak kalah penting untuk diselesaikan. JIka terus berkutat pada hal administrasi, maka HRD startup akan kehilangan banyak waktu produktif.

Untuk itu, HRD perusahaan startup harus mampu memanfaatkan software yang bisa membantu membagi pelaporan secara praktis dan otomatis. Sehingga pengetahuan akan teknologi baru merupakan salah satu skill wajib HRD perusahaan startup.

Karena inovasi teknologi banyak bermunculan untuk membantu kinerja HRD. Tentu HRD perusahaan startup akan lebih diuntungkan jika bisa menguasai berbagai macam teknologi.

Baca juga yuk, 6 Cara Melamar Kerja yang Bikin HRD Terkesan.

Nah, Itulah dia 6 gambaran tugas HRD di perusahaan startup. Keberadaan HRD sangatlah krusial di perusahaan, sehingga divisi ini harus ada. Agar pertumbuhan perusahaan lebih terarah, dan memiliki perencanaan yang matang.

Published by
Afifah

Recent Posts

  • Karier
  • Kepemimpinan

Pengertian dan Tugas General Manager

Menjadi seorang general manager bukanlah perkara yang mudah. Walaupun memiliki gaji yang cukup besar, tanggung…

1 bulan ago
  • Perilaku Kerja

8 Kebiasaan Buruk Saat Duduk yang Dapat Membahayakan Kesehatan Pekerja Kantoran

Bekerja keras dan cerdas memang sangat diperlukan. Tetapi jangan lupa harus memperhatikan pula kesehatan. Karena…

2 bulan ago
  • Perilaku Kerja

Inilah 10 Cara Hilangkan Stres Setelah Kerja Seharian

Bekerja selama delapan jam setiap harinya tentu akan meberikan efek lelah dan bosan. Jika hal…

2 bulan ago
  • Karier

Inilah 4 Pekerjaan Bidang Keuangan yang Paling Diminati Milenial

Bukan hanya bidang kreatif atau wirausaha saja yang diminati para milenial. Bidang keuangan pun cukup…

2 bulan ago
  • Karier

6 Hal yang Bisa Membuatmu Kena Blacklist Perusahaan

Melamar pekerjaan bukanlah perkara yang mudah. Karena itu, pastikan kamu untuk memperhatikan hal berikut agar…

2 bulan ago
  • Peralatan Kerja

Inilah 7 Benda yang Wajib Ada di Meja Kerjamu !

Selain laptop atau komputer, ada benda-benda lain yang wajib ada di atas meja kerjamu.Pastinya memiliki…

2 bulan ago