Jadi Karyawan

Tips Menghadapi Toxic Atasan di Tempat Kerja

Tips Menghadapi Toxic Atasan di Tempat Kerja

Di tempat kerja pasti selalu ada berbagai masalah yang dihadapi karyawan. Permasalahan yang dihadapi biasanya berhubungan dengan masalah pekerjaan, masalah dengan karyawan lain, hingga masalah dengan atasan sendiri.

Memiliki masalah dengan atasan juga merupakan faktor yang akan mempengaruhi kinerja Anda sebagai karyawan.

Meskipun atasan biasanya menjadi contoh bagi karyawan-karyawannya, tetapi tidak sedikit kita temui atasan yang galak, otoriter, tidak akomodatif, dan lain sebagainya.

Atasan yang seperti itu tidak jarang melampiaskan kemarahan atau kekesalannya kepada karyawan. Meskipun Anda sebagai karyawan tidak tahu salah Anda dimana.

Tipe atasan seperti ini adalah tipe atasan toxic yang perlu anda hadapi. Nah, pada artikel kali ini akan  dibahas tentangmemberikan tips menghadapi toxic atasan di tempat kerja, Ini Dia pembahasannya !

Cara Menghadapi Toxic Atasan di Tempat Kerja

Sebelum mengetahui cara menghadapi atasan toxic di tempat kerja. Anda harus tahu seperti apa tipe-tipe atasan yang toxic. Berikut adalah tipe-tipe atasan toxic di tempat kerja :

Terlalu Mengontrol

Atasan toxic yang pertama adalah meraka yang selalu mengatur karyawan. Selalu memberitahu apa yang harus dan tidak dilakukan serta bagaimana cara melakukannya.

Atasan ini selalu mengawasi dan mengendalikan setiap hal kecil dari karyawannya, sehingga karyawan hampir tidak diberikan kesempatan untuk berfikir secara mandiri.

Tipe atasan seperti ini adalah tipe atasan toxic. Karena Anda tidak akan bisa berkembang dan mandiri jika terus berada di telunjuk atasan Anda. Dengan Ia melakukan hal-hal tersebut, berarti Ia tidak bisa membangun kepercayaan kepada karyawannya.

Dia sangat otoriter dan tidak pernah mengajak diskusi karyawannya untuk memutuskan sesuatu hal. Sehingga tidak ada ruang kreatifitas untuk karyawannya, apalagi untuk mempelajari hal-hal yang baru.

Sang Narsis

Toxic atasan selanjutnya adalah mereka yang selalu menganggap dirinya menarik, berprestasi, karismatik, dan percaya diri. Mereka selalu merasa dirinya penting dan hak dirinya yang berlebihan.

Atasan seperti itu biasanya lebih peduli pada kesuksesan pribadinya daripada kesuksesan bersama. Mereka memiliki kekaguman berlebihan dan ingin selalu dipuji. Tetapi tidak mampu merefleksikan kesalahan diri bahkan kegagalan diri sendiri.

Sang narsis yang mementingkan performanya sendiri demi mendapatkan bonus atau penghargaan, biasanya hanya mementingkan reputasinya sendiri tanpa peduli karyawannya ataupun tim sendiri.

Bahkan, drama lebih buruknya dari tipe sang narsis adalah mereka bisa mengklaim hasil kerja tim sebagai hasil kerjanya sendiri. Padahal timnya sudah bekerja keras untuk mengerjakan bersama-sama.

Tipe toxic atasan seperti ini juga adalah mereka yang suka membully karyawannya. Mereka tidak menyadari keburukannya sendiri dan sering merisak karyawan dengan kata-kata kasar ataupun secara fisik.

Si Pengganggu

Toxic atasan selanjutnya adalah si pengganggu. Mereka adalah orang yang senang menjerit, berteriak, merendahkan dan mengejek karyawannya.

Bahkan yang lebih ekstrim atasan yang memiliki cap si pengganggu adalah mereka yang suka mengadu domba. Sehingga karyawan seperti selalu menghadapi mimpi buruk setiap datang ke kantor.

Tidak Pernah Salah

Jika anda menemukan atasan yang selalu merasa dirinya benar dan karyawan selalu salah berarti mereka adalah atasan yang toxic.

Karakter seperti ini biasanya selalu menyalahkan orang lain atas segala masalah yang ada. Dan tidak sadar bahwa sebenarnya dialah yang harus bertanggungjawab atas segala permasalahan yang ada sebagai atasan.

Atasan yang selalu merasa tidak pernah salah juga adalah mereka yang selalu hanya ingin mendengar kabar baik dan sering menghilang ketika konflik muncul.

Dia pun akan tiba-tiba sulit dihubungi ketika dimintai pertimbangan ataupun keputusan. Jikapun dia sedang ada di ruangan, maka alasan terbaiknya adalah “sedang sibuk”, sehingga untuk mengatasi masalah dia akan meminta orang lain menyelesaikannya.

Nah, itulah ciri-ciri atasan toxic yang mungkin juga Anda sering temui di tempat kerja. Jika merasa sudah tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Anda harus tahu cara menghadapi toxic atasan seperti itu. Berikut ini tips untuk menghadapi toxic atasan di tempat kerja :

Tetap Fokus pada Pekerjaan                                                                                                                             

Ketika harus berhadapan dengan atasan yang toxic, jangan dulu berfikir untuk resign, karena dengan mundur dari pekerjaan tidak berarti Anda tidak akan kembali dipertemukan dengan atasan yang toxic. Maka, cara yang paling ampuh agar tetap nyaman bekerja adalah menghadapinya.

Seseorang yang memiliki sikap toxic adalah mereka yang biasanya tidak bisa mengubah perilaku diri sendiri. Ia lebih suka membully orang lain tanpa mampu mengoreksi kesalahan diri sendiri.

Maka dari itu, hal yang harus Anda lakukan untuk menghadapinya adalah mengubah perilaku Anda.

Jika bertemu dengan atasan Toxic yang menumpahkan kekesalan dan kemarahannya kepada Anda, tidak harus Anda balas ucapannya.

Alih-alih dibalas, lebih baik Anda fokus saja pada pekerjaan yang sedang Anda kerjakan. Pastikan Anda memaksimalkan kinerja saat di kantor, daripada meladeni atasan toxic.

Karena jika Anda meladeni kemarahan atasan Anda, sifat toxic-nya akan semakin menjadi-jadi dan ia akan terus menargetkan Anda sebagai objek intimidasi.

Maka, ketika Anda mengabaikan atasan toxic tersebut, bisa jadi Ia akan berhenti karena merasa tidak mendapatkan perhatian dari Anda.

Ubah Pola Pikir dengan Mencari Akar Permasalahan

Tips menghadapi toxic atasan di tempat kerja bisa dilakukan dengan cara mengubah pola pikir Anda. Anda bisa memberikan sugesti kepada fikiran Anda untuk mengubah cara pandang dari perkataan atasan kepada Anda.

Caranya bisa dengan mencari akar permasalahan dari apa yang atasan Anda lontarkan. Atau bisa dengan alasan kenapa atasan Anda berbicara seperti itu di kantor. Dengan begitu Anda bisa menghadapinya lebih tenang dan bisa lebih bijaksana.

Atasan yang mencoba mengintimidasi karyawannya biasanya adalah orang yang insecure, egois dan manipulatif. Karena Ia memiliki power di kantor, dan kendali besar atas segala hal.

Meskipun begitu bukan berarti Anda sebagai karyawan harus terus mengikuti apa yang dia katakan.

Kondisi tersebut memang membuat karyawan tidak akan merasa nyaman menghadapinya. Bahkan tidak kuat hingga memutuskan untuk resign dari kantor tersebut.

Tetapi, alangkah lebih baik bagi Anda yang tidak memungkinkan untuk resign, untuk melakukan tips tersebut di atas.

Jaga Jarak dengan Atasan Toxic

Siapapun pasti merasa kesal jika ada atasan yang mulai mengintimidasi secara verbal. Tidak sedikit orang ketika berhadapan dengan hal seperti ini merasa down atau bahkan membalas perkataannya kembali.

Nah, daripada meladeni bos toxic seperti itu, lebih baik Anda jaga jarak dengan atasan toxic.

Selama di kantor, pastikan untuk tidak terlalu dekat dengan atasan tersebut. Karena biasanya bahasa tubuh cukup efektif  untuk menghindari orang yang mengganggu ketenangan Anda.

Selama Anda punya kesempatan untuk tidak bertatapan langsung dengan Atasan, lebih baik tidak mendekatinya.

Cara ini akan membuat produktifitas bekerja Anda tetap teratur, tanpa harus merasa diganggu oleh atasan toxic tersebut.

Dan yang terpenting adalah, Anda harus memiliki kelapangan hati agar tidak memasukan perkataan tidak mengenakan dari atasan ke dalam hati, sehingga mengganggu produktifitas kerja Anda. Dan pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik.

Komunikasi dan Bangun Jaringan dengan Sesama Karyawan

Selanjutnya untuk mengahadapi toxic atasan di tempat kerja adalah membangun komunikasi dengan karyawan lain. Karena jika atasan memiliki sikap yang toxic seperti itu, tidak menutup kemungkinan juga dilampiaskan kepada karyawan lain.

Anda sebaiknya memerhatikan lingkungan kerja Anda. Jika Anda mendapati ada karyawan yang juga diintimidasi oleh atasan tersebut, lebih baik komunikasikan dengan mereka.

Jika memang intimidasi yang dilakukan oleh atasan sudah melampaui batas kewajaran, Anda dan karyawan lain bisa bekerjasama untuk mengumpulkan bukti-bukti agar bisa dijadikan amunisi ketika dibutuhkan.

Bukti yang dikumpulkan bisa berupa bukti verbal ataupun email. Bukti ini bisa Anda manfaatkan jika atasan Anda mengancam dengan sesuatu yang lebih ekstrim seperti pemecatan kerja.

Pengumpulan bukti bisa dengan cara membuat rekaman video oleh rekan kerja lain ketika atasan toxic sedang melakukan aksinya. Ataupun bisa dengan rekaman suara yang Anda buat sendiri.

Sehingga bisa menjadi bukti kuat bahwa atasan tersebut benar-benar melakukan bullying atau hal lain yang membuat karyawan tidak betah.

Konsultasikan Permasalahan dengan HR

Menghadapi toxic atasan memang tidaklah mudah. Anda harus memiliki mental yang kuat dan bisa selalu terus berdamai dengan diri sendiri. Apalagi jika ternyata sasaran intimidasi hanya Anda saja, padahal kerja sudah dirasa maksimal dan tidak ada masalah yang berarti.

Hal tersebut pastinya akan menurunkan produktifitas kerja, apalagi jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Nah, jika Anda sudah merasa tidak kuat menghadapi toxic atasan seperti itu. Maka Anda harus menghubungi HR (Human Resource) di kantor Anda.

Jelaskan permasalahan Anda secara mendetail kepada HR kantor atas perlakuan intimidasi atasan. Jika ada karyawan lain yang juga merasakan hal yang sama, ajak mereka untuk ikut dan memberikan bukti verbal kepada HR.

Dengan berkonsultasi dengan HR, anda setidaknya sudah membantu memajukan kualitas perusahaan. Sehingga tim kerja bisa menjadi lebih sehat dan Anda serta karyawan lain juga bisa bekerja lebih produktif.

Bertahan atau Tidak?

Jika Anda sudah tidak bisa menghadapi situasi dan merasa terus tertekan dengan perlakuan toxic atasan Anda, pilihan yang bisa Anda ambil hanya dua : bertahan atau tidak.

Jika tetap memilih untuk bertahan dalam situasi tersebut, lakukan tips mengahdapi toxic atasan yang sudah kami sarankan di atas. Jangan hanya menjadi yes-men yang hanya bisa menelan mentah-mentah perintah atasan tanpa memberi masukan.

Tetapi jika Anda pilih untuk mundur, pastikan untuk dipertimbangkan dengan matang. Semua kembali kepada Anda, jangan biarkan integritas dan keberanian Anda mengantarkan kepada hal yang tidak terhormat. Sehingga salah mengambil keputusan.

Penutup

Itulah cara menghadapi toxic atasan di tempat kerja. Dengan begitu Anda bisa lebih berhati-hati dan bijaksana dalam mengambil keputusan ketika bertemu dengan atasan yang toxic.

Karena bagaimanapun kerja Anda sudah profesional dan maksimal, ketika bertemu dengan atasan yang toxic pasti akan membuat produktifitas kerja Anda juga terganggu.

Karena tidak tahan menghadapi atasan yang toxic, tidak sedikit karyawan yang menyerah dan memilih resign dari perusahaan tempat bekerja.

Sekian artikel dari kami, semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang keibingungan menghadapi atasan toxic. Selamat mencoba tipsnya semoga bermanfaat.

Baca juga: Bagaimana Tips Merekrut Karyawan Untuk Usaha Anda? Bagini Caranya

Exit mobile version