Jadi Karyawan

Perbedaan Pemimpin dan Manajer, Pahami!

Pemimpin dan manajer, tentunya kata tersebut sudah tidak asing lagi dibenak Anda, terutama untuk Anda yang aktif di organisasi atau yang saat ini sedang bekerja.

Ketika mendengar atau membaca istilah tersebut pastilah yang terbayang adalah mereka ada leader atau pemimpin di sebuah organisasi atau perusahaan.

Namun, jika diselami lebih dalam, istilah tersebut memiliki arti dan juga tanggung jawab yang berbeda.

Pastinya, penting untuk Anda ketahui, agar kelak jika Anda berada di posisi tersebut tidak salah Langkah untuk bertindak. Lalu, apa saja perbedaan pemimpin dan manajer? Yuk kita cari tahu perbedaannya berikut ini!

Manajer Adalah….

Sebelum membahas tentang perbedaan pemimpin dan manajer, tentunya yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah pengertian serta fungsi dari keduanya.

Nah, dari sinilah biasanya akan terlihat dengan jelas perbedaannya yang boleh jadi selama ini kita keliru memaknainya.

Dilansir dari berbagai sumber, Manajer itu adalah seseorang yang pekerjaannya mengkoordinasikan berbagai hal yang ada di perusahaan atau organisasi agar tercapai target dan sasaran yang telah dirumuskan sebelumnya bersama pimpinan tertinggi di tempat tersebut.

Baca: Begini Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

Oleh karena itu, ada 4 fungsi dari seorang manajer yang perlu diketahui, terutama dalam dunia organisasi, yaitu;

1. Fungsi Perencanaan

Manajer membuat perencanaan untuk organisasi tersebut, meliputi kegiatan yang akan dilakukan, membuat pilihan plan A atau B terhadap kegiatan tersebut, membuat kebijak-kebijkan dalam organisasi, membuat prosedur dan program sebagai sarana untuk bisa mencapai tujuan.

2. Fungsi Pengorganisasian

Dalam fungsi ini, tugas manajer adalah menggabungkan potensi yang terlihat dan ada dari seluruh perangkat-perangkat yang ada di dalam organisasi.

Adapun, Langkah-langkah yang perlu dilakukannya adalah sebagai berikut;

3. Fungsi Pelaksanaan Kerja

Tugas Manajer dalam hal ini adalah diberikan tugas untuk mengimplementasikan perencanaan, dan pengorganisasian.

Tentunya harus mengaktifkan hal-hal yang telah diseleksi di awal kemudian mendorong mereka agar mau dan terus bekerja sama guna bisa mewujudkan tujuan bersama.

Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya, seorang manajer harus memegang standar operasional yang telah ditetapkan di awal.

4. Fungsi Pengawasan

Fungsi selanjutnya seorang manajer adalah mengawasi apa-apa yang dikerjakan oleh timnya, tentunya pengawasan ini dilihat dari, apakah mereka sudah bekerja sesuai denan standar operasional prosedur?

Manajer tentunya harus bisa memastikan timnya untuk bekerja sesuai standar yang berlaku di perusahaan tersebut.

Pemimpin Adalah…

Sedangkan pengertian dari pemimpin adalah seseorang yang memiliki kekuasaan, mempunyai pengaruh terhadap bawahan atau pengikutnya sehingga Ia akan mengarahkan kepada yang seharusnya.

Oleh karena itu, ada 3 implikasi kepemimpinan yang memang harus dimiliki seorang pemimpin untuk proses mengarahkan dan mempengaruhi orang lain, diantaranya adalah;

  1. Adanya kemampuan untuk menggunakan kekuasannya guna bisa mempengaruhi tingkah laku para pengikutnya.
  2. Kepemimpinannya melibatkan orang lain, baik itu pengikutnya atau bawahannya
  3. Kepemimpinannya melibatkan pergantian kekuasaan antara anggota dengan seimbang.

Baik dalam organisasi maupun di perusahaan, sejatinya memerlukan sosok pemimpin karena alasan berikut ini;

  1. Karena kita sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain sebagai figure pemimpin yang bisa mengarahkan terhadap sesuatu.
  2. Tidak semua orang berani menanggung resiko, bahkan cenderung takut untuk mengambil resiko tersebut.

Namun, seseorang yang berjiwa pemimpin akan berani mengambil resiko tersebut, bahkan dia akan pertama kali melakukan hal tersebut sebelum menyuruh pada orang lain.

Apa Saja Perbedaan Pemimpin dan Manajer?

Dari pengertian dan fungsi di atas tentang pemimpin dan manajer, maka perbedaan diantara keduanya adalah sebagai berikut;

1. Pemimpin Berani Mengambil Resiko, Manajer Meminimalisir Resiko

Ada sikap yang cukup mencolok antara pemimpin dan manajer ketika menghadapi sesuatu, yaitu pemimpin cenderung akan berani mengambil resiko dan senang melakukan hal-hal baru, walaupun peluang untuk berhasil sangat nihil.

Hal tersebut sangat wajar, mengingat pemimpin memiliki kekuasaan dan memiliki ambisi yang positif untuk terus mengembangkan perusahaan atau organisasi yang dipimpinnya.

Ketika gagal, seorang pemimpin akan berusah untuk melakukan cara lain agar bisa mencapai tujuan tersebut.

Sedangkan manajer, pada dasarnya biasanya adalah kepercayaan dari pemimpin itu sendiri dimana manajer bertugas untuk mengkoordinasikan apa-apa yang telah dilakukan pemimpin.

Sehingga, seorang manajer cenderung untuk meminimalisir resiko, bahkan rela untuk mempertahankan yang sudah ada.

Karena memang manajer harus berusaha untuk mengendalikan,menyelesaikan, dan menghindari masalah yang ada di perusahaan atau organisasi.

2. Pemimpin Memiliki Pengikut, Manajer Memiliki Bawahan

Walaupun pemimpin pun memiliki pengikut dan bawahan, tetapi pada kenyataannya yang sering muncul bersama pemimpin adalah para pengikut yang percaya terhadapanya.

Dengan kata laian, siapa yang ada di belakangnya merupakan perbedaan selanjutnya anatara pemimpin dan manajer.

Manajer memiliki bawahan karena memang job desknya adalah membawahi tim yang bekerja dengannya.

Sedangkan pemimpin memiliki para pengikut yang percaya dengannya karena sosok pemimpin cenderung akan memiliki visi misi yang besar tentang masa depan perusahaan atau organisasi.

Adapaun visi misi tersebut akan diwujudkan dengan strategi yang matang, baru kemudian memberitahu para pengikutnya akan hal tersebut.

Seorang pemimpin yang baik, tidak hanya mampu membuat pengikutnya untuk mempercayai dan memahami visi perusahaan.

Karena pasti hal tersebut telah dilakukan oleh para pengikutnya tanpa adanya imbalan. Sehingga Ia kana memberikan motivasi agar para pengikutnya bisa bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: Bagaimana Tips Merekrut Karyawan Untuk Usaha Anda? Bagini Caranya

3. Pemimpin Memotivasi, Manajer Mengarahkan

Seperti yang telah disinggung di awal, tugas manajer adalah bertanggung jawab untuk mengelola, melakukan koordinasi dengan tim, dan memastikan agar bawahannya bekerja sesuai standar operasional yang berlaku di perusahaan atau organisasi.

Tugas manajer lainnya juga untuk menentukan Langkah aya yang akan diambil agar bisa mencapai target, serta memprediksi hasilnya.

Untuk melakukan Langkah-langkah di atas, tentunya seorang manajer akan mendelegasikan hal tersebut kepada bawahannya yang biasa mengerjakan kegiatan operasional sehari-hari.

Mereka yang diberikan mandat tersebut, akan diberikan panduan tentang tata cara mengerjakan dan menyelesaikannya

Sedangkan pemimpin, cenderung untuk ‘’melepas’’ bawahannya agar bisa mengatasi solusi terhadap apa yang dikerjakannya.

Ia sudah paham dan optimis, bahwa orang-orang yang ada disekitarnya memiliki potensi dan sangata kompeten untuk menyelesaiaknnya.

Hal tersebut dilakukan bukan karena tidak peduli, Ia cenderung bekerja untuk memberikan fasilitas apa yang dibutuhkannya pengikutnya dan belajar meningkatkan kinerja secara mandiri, dibandingkan harus mengarahkannya.

4. Pemimpin Bekerja Out Of The Box, Manajer Bekerja dengan Mencontoh

Secara hieraki, wajar jika pemimpin bekerja dengan out of the box karena memang perusahaan atau organisasi tersebut adalah hasil dari karyanya dan tidak ada aturannya sejak awal.

Sedangkan manajer, pada haekkatnya akan melaporkan kinerja bawahannya kepada atasannya, karena itu Ia akan bekerja dengan melihat dan mencontoh yang telah ditetapkan perusahaan atau organisasi tersebut.

Maka dari itu, bagi seorang pemimpin personal branding sangat penting, Ia akan mencari dan membangun hal tersebut karena ingin terlihat unik dan berbeda daripada yang lain.

Menguatkan branding tersebut bukan hanya untuk dirinya semata, melainkan membawa dan menguatkan citra perusahaan atau organisasi agar lebih maju lagi dari sebelumnya.

Para pemimpin cenderung menyukai inovasi dan perubahan setiap ada sesuatu yang menarik baginya. Ketika melakukan perubahan tersebut akan dilakukan dengan totalitas dan berani mengambil resiko serta ide-ide yang dihasilkannya selalu out of the box.

Adapun manajer yang bekerja di sebuah perusahaan akan diminta untuk mengatur, mengkoordikasi pekerjaan, alur kerja, proyek, operasional sehari-hari yang sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Maka tak heran, Ia akan berusaha mempertahankan pekerjaan yang telah terbukti berhasil baik dari proses maupun sistemnya.

Cara kerja sederhanya seorang manajer adalah Ia mempelajari dan mencontoh sesuatu dari orang lain kemudian meniru dan memodifikasinya daripada harus diciptakan sendiri.

5. Gaya Kepemimpinan yang Berbeda antara Pemimpin dan Manajer

Perbedaan lainnya yang cukup menonjol antara pemimpin dan manajer adalah dari menginspirasi, kekuasaan, dan mengontorl.

Manajer di sebuah perusahaan pada dasarnya diberikan sebuah otoritas oleh perusahaan untuk memimpin, sehinga Ia akan melakukan dan mengendalikan hal tersebut dengan formal.

Maka dari itu, manajer akan menginstruksikan bawahannya untuk bekerja sesuai arahan dan target. Hal tersebut dikategorikan sebagai interaksi yang sifatnya transaksional.

Sedangkan interaksi pemimpin dengan bawahannya bersifat transformasional, yaitu salah stau usaha agar karyawannya mau percaya dan mengikuti visinya.

Ia akan menunjukkan bahwa bekerja sama dengannya akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik lagi di masa depan yang gemilang.

Pengertian sederhananya adalah, gaya kepemimpinannya langsung mengarah pada kemampuan seorang individu, sehingga Ia akan memotivasi, mempengaruhi, dan tak segan-segan melibatkannya untuk project yang lebih besar demi kesuksesakan perusahaan atau organisasi itu sendiri.

6. Pemimpin Melanggar Aturan, Manajer Menegakkan Aturan

Menarik bukan pernyataan perbedaan antar pemimpin dan manajer di atas? Walaupun begitu, memang benar adanya, seorang pemimpin akan bisa melanggar aturan karena memang secara tidak langsung Ia pun membuatnya.

Namun, jika aturan yang diterapkannya melanggar kinerja para pengikutnyaa ataupun karyawannya, Ia tidak akan segan-segan untuk mengubah dan membuat aturan baru yang bisa meningkatkan kinerja karyawan.

Berbeda dengan halnya manajer, dimana ada aturan dari perusahaan Ia kana mentaatinya dan mengajak bawahannya untuk mematuhi aturan tersebut.

Manajer pun akan memastikan bahwa bawahannya akan bekerja sesuai dengan ‘’track’’ yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

7. Pemimpin Melibatkan Perasaan, Manajer Melibatkan Logika

Walaupun tidak dalam setiap kondisi, akan tetapi seorang pemimpin cenderung melibatkan perasaan daripada logika.

Maka tidak heran, seorang pemimpin itu memiliki empati yang tinggi dan akan selalu berusaha memahami apa yang dirasakan oleh orang lain. Ketika memutuskan suatu hal pun akan dialkukan sesuai dengan perasaannya.

Adapun seorang manajer, Ia akan menggunakan logikannya untuk menyelesaikan suatu masalah. Kebijakan yang dilakukan biasanya lebih objektif dan mengenyampingkan perasaan. Keputusan yang dibuat pun akan disimpulkan berdasarkan data-data yang ada.

Penutup

Itulah dia perbedaan antara pemimpin dan manajer yang ada di perusahaan atau organisasi, semoga informasi tersebut bermanfaat untuk Anda.

Selamat menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan fungsi masing-masing baik dari pemimpin atau manajer.

Exit mobile version