Jadi Karyawan

Mengenal Tugas Marketing Executive yang Banyak Diminati

Marketing Executive merupakan salah satu pekerjaan yang saat ini sedang populer dan banyak diminati para pencari kerja. Apakah Anda juga berminat berkarir di bidang ini? Atau justru sedang mencari tahu apa saja tugas-tugas seorang marketing executive yang membuat orang ingin berkarir di sana?

Sebenarnya marketing executive sudah ada sejak dulu, namun seiring berkembangnya teknologi dan media sosial, pekerjaan ini menjadi kian akrab. Disisi lain, masih banyak juga yang bingung mengenai perbedaan antara marketing executive, marketing manager dan pekerjaan yang sejenis lainnya. Apakah tugasnya sama saja ataukah ada perbedaan. Karena ruang lingkup marketing itu sangat luas.

Maka dari itu mari kita cari tahu lebih dalam mengenai apa saja tugas seoarang marketing executive yang kini banyak diminati, khususnya para generasi milenial saat ini. Tapi sebelumnya, kita coba cari tahu dulu yuk apa itu marketing executive!

Mengenal Apa itu Marketing Executive?

Sebelum membahas apa itu profesi marketing executive, ada baiknya kita definisikan mengenai marketing itu senbdiri. Secara umum, marketing adalah keseluruhan proses pemasaran perusahaan agar bisa mencapai target penjualan perusahaan dengan baik. Mulai dari riset pasar, penentuan strategi, dan eksekusi di kampanye dan penjualan di lapangan.

Marketing Executive adalah salah satu bagian dari keseluruhan proses marketing perusahaan. Marketing executive cenderung bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan materi kampanye/promosi serta eksekusinya di lapangan.

Marketing executive juga perlu mengawasi materi kampanye/promosi sebuah produk maupun layanan/jasa di sebuah perusahaan yang sudah berjalan. Marketing Executive inilah yang bertugas menetukan cara yang tepat untuk menjalin hubungan yang baik dengan customer/klien sehingga bisa menghasilkan peningkatan penjualan.

Kualifikasi Marketing Executive

Jika secara umum deskripsi profesi seorang marketing executive tersebut demikian, maka yang pasti seorang Marketing Executive perlu memiliki dan terus mengasah skill-skill berikut ini :

Berbicara mengenai besaran gaji, sebenarnya secara umum sama saja seperti profesi lain. Semakin Anda berpengalaman dan menelurkan banyak prestasi untuk perusahaan maka salary serta fasilitas lainnya sangat memungkinkan untuk meningkat. Pada tahun 2019-2020 ini, gaji marketing executive yang masih fresh graduate berkisar Rp2.500.000 hingga Rp5.000.000, namun ada juga yang mencapai Rp. 6.000.000 (tergantung perusahaan).

Perjalanan sebuah perusahaan besar menjadi perusahaan yang mampu menjual produk-produk yang di kenal masyarakat tidak lepas dari peran seorang marketing executive.

Baca juga : Tipe-tipe Karyawan Milennial yang Perlu Kita Pahami

Bisa di bilang bahwa posisi ini cukup penting dan menjadi salah satu ujung tombak perusahaan. Sampai disini, mungkin kita sudah punya gambaran tentang profesi marketing executive ya! Selanjutnya kita akan membahas tugas-tugas seorang marketing executive begitu banyak diminati.

Job Description Seorang Marketing Executive

1. Melakukan Riset Pasar

Tugas pertama seorang marketing executive adalah melakukan riset pasar dengan tujuan mengetahui kebutuhan maupun karakteristik calon customer/audiens sesuai lingkup kebutuhannya.

Untuk membuat perencanaan dan pengembangan materi kampanye/promosi yang tepat, marketing executive perlu asumsi yang tepat pula. Selain itu, tidak lupa juga untuk meneliti bagaimana tren pemasaran saat ini ataupun prediksi yang akan datang (sesuai kebutuhan).

Jadi, seorang Marketing Executive perlu peka terhadap prubahan trend pasar supaya tidak bisa tetap tepat memilih cara promosi. Jangan sampai perencanaan promosi/kampanye produk sudah ketinggalan jaman dan tidak relevan di realisasikan kepada calon customer/kliennya.

Baca juga : 10 Cara Menjadi Marketing Handal di Perusahaan Startup

2. Melakukan Proses Penjualan ke Customer/Klien

Salah satu tugas utama seorang marketing executive adalah melakuykan penjualan kepada customer/klien. Proses ini bukan hanya menawarkan produk berupa atau jasa saja tapi juga termasuk menjaga hubungan baik dengan para customer/klien. Sebab proses penjualan, apalagi jika barang atau jasa tersebut cukup bernilai biasanya membutuhkan customer journey yang cukup panjang.

Tugas marketing executive lah yang meyakinkan customer/kline untuk melakukan keputusan pembelian. Tentunya cara yang di lakukan oleh marketing executive perlu tepat, tidak boleh terkesan memaksa, karena jika yang terjadi demikian klien bukan malah membeli malah akan menjauhi produk terlebih lagi perusahaannya.

3. Meng-update Data Customer ke dalam Sistem CRM

Selain berhubungan dengan customer/klien secara langsung, seorang Marketing Executive juga perlu melakukan pencatatan data yang di dapatkan sebagai bahan analisis nantinya.

Jika dulu pembaharuan data ini di lakukan secara manual,saat ini marketing executive juga perlu familiar dengan sistem informasi bernama Customers Relationship Management (CRM). Mungkin Anda bisa mulai mencari tahu bagaimana cara kerja dan juga tools yang di miliki sistem CRM yang ada saat ini.

4. Mengorganisir Event dan Pameran yang Berkaitan dengan Produk

Baik produk perusahaan berupa barang amaupun jasa sering kali melakukan strategi event dan pameran untuk mempromosikan produknya.

JIka perusahaan sedang mengadakan event atau pameran, Marketing Executive juga bertugas mengorganisir event atau pameran yang akan berlangsung sehingga bisa berjalan sesuai dengan rencana dan target. Apabila diperlukan, marketing executive juga perlu berkolaborasi dengan departemen lainnya dalam perusahaan.

5. Membuat Strategi Pemasaran yang Inovatif Sesuai Analisis Terhadap Pasar

Ternyata marketing executive juga tidak hanya berurusan dengan customer secara langsung, tapi juga perlu memikirkan cara-cara dan juga materi promosi di berbagai media lainnya. Inilah sebenarnya tantangan dari profesi Marketing Executive.

Jika perusahaan sudah punyai staff khusus seperti penulis creative dan desainer pekerjaan ini akan membuat marketing executive perlu berkolaborasi dengan mereka. Sebab strategi pemasaran sangatlah luas mencakup komunikasi langsung dan juga secara tidak langsung, seperti :

Semua hal itu membutuhkan pengetahuan tentang pembuatan konten dan skill kepenulisan serta desain. Semua hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh marketing executive seorang diri namun perlu bekerjasama dengan yang lain.

6. Mempelajari Pergerakan Pemasaran dari Kompetitor

Selain memperhatikan target pasar dan trend pasar, marketing executive juga perlu mempelajari kompetitor dalam hal pemasarannya. Tujuannya agar kita bisa memberikan arahan untuk materi promosi/kampanye produk. Bukan untuk menjiplak strateginya.

Tapi seringkali dalam proses marketing khususnya promosi, kita akan bisa terinspirasi melihat celah materi dan pelaksanaanya dari kompetitor. Ini adalah salah satu cara supaya marketing executive tetap bisa kreatif dan menemukan strategi-strategi yang inovatif untuk mendongkrak penjualan.

7. Bekerja sama dengan Pihak dari Media

Proses marketing khususnya dalam kampanye/promosi sangat memungkinkan menggunakan berbagai media offline seperti percetakan atau penerbitan. Tapi apakah semuanya perlu di pakai? Tentu saja tidak. Semuanya tergantung analisis dan kemampuan perusahaan.

Oleh karenanya sebagai marketing executive nantinya Anda juga bertugas sebagai penghubung, maupun perencana serta mengawasi materi kampanye/promosi di media. Misalnya jika perlu mencetak pamflet, membuat iklan di media cetak dll.

Jadi setidaknya Anda juga perlu memperhatikan karakteristik pemasaran lewat media cetak atau bahkan media digital. Karena saat ini media digital juga tak kalah powerfull dengan media cetak.

8. Membuat Laporan Terkait Kampanye Pemasaran

Setelah melakukan serangkaian proses dalam melakukan perencanaan hingga pengawasan terhadap materi kampanye/promosi produk perusahaan, marketing executive juga di tuntut membuat laporan. Laporan ini tentu berkaitan dengan proses dan evaluasi terkait promosi produk yang telah di lakukan berdasarkan data-data yang real dan analisis yang jelas.

Oleh karena itu, marketing executive juga perlu belajar untuk mengolah data menjadi sebuah laporan yanglebih mudah di pahami. Mulai dari strategi penjualan lansgung pada customer, event atau pameran, hingga media online maupun offline yang telah di lakukan. Tidak lupa data keuangan juga di lampirkan, sebab kegiatan tersebut biasanya memerlukan anggaran perusahaan dan perlu di perlu dipertanggung jawabkan oleh marketing executive.

Baca juga : 15 Tips Membuat Pekerjaan Anda Tidak Menjadi Beban

Kesimpulan

Jobdesc marketing executive di setiap perusahaan bisa memiliki perbedaan. Bisa saja semua list di atas perlu di kerjakan atau hanya sebagian saja. Semuanya tergantung pada kebijakan perusahaan dan juga level karir Anda sebagai marketing executive di perusahaan tempat Anda bekerja.

Setelah mengetahui tugas-tugas dari seorang Marketing Executive diatas, apakah Anda semakin tertarik berkarir di bidang ini? Jika iya, jangan lupa persiapkan diri Anda sebaik mungkin agar semakin siap mengahadapi wawancara kerja sebagai marketing executive nantinya. Jangan lupa juga terus mengasah skill untuk menjadi marketing executive yang handal.

Exit mobile version