Karier

Resign dari Kantor? Inilah 5 Hak yang Bisa Didapatkan Karyawan

Karyawan yang resign dari kantor ternyata memiliki hak lain untuk didapatkan selain uang pesangon. Apa saja, hak tersebut? Simak pemaparanya berikut ini!

Di masa pandemi ini, seperti yang kita ketahui memang sulit sekali mencari pekerjaan. Tetapi, jika Anda sudah merasa tidak nyaman karena berbagai faktor, ada baiknya untuk resign dari kantor.

Perkara resign dari kantor bukan saja mendapatkan uang pesangon belaka. Menurut, undang-undang yang berlaku, ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan karyawan dan juga kantor. Jika Anda sudah melakukan kewajiban kepada kantor, maka saatnya kantor memberikan hak Anda.

Baca yuk, 10 Alasan Karyawan Resign Mengundurkan Diri dari Perusahaan

Jika kantor tidak memberikan hak tersebut, harus dipertanyakan. Karena hal ini diatur dalam Undang-Undang ketenagakerjaan (UUK). Berikut inilah 5 hak yang bisa didapatkan karyawan dari saat resign dari kantor.

1. Hak Mendapatkan Uang Pisah

Jika Anda resign dari kantor atas kemauan sendiri, setidaknya permohonan tersebut harus ditulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri. Selain itu, tidak terkait dengan ikatan dinas dan tetap melaksanakan kewajiban sampai tanggal pengunduran diri.

Dalam sebuah perusahaan ada tiga tingkatan managemen. Yaitu top managemen, middle managemen dan low managemen. Tingkatan yang paling tinggi atau top managemen ini tugas dan fungsinya adalah mewakili perusahaan atau berhubungan langsung dengan perusahaan.

Posisi ini diantaranya dipegang oleh CEO atau Board of Director (BOD).Karyawan yang masuk dalam jajaran level paling tinggi berhak mendapatkan uang pisah juga sebagaimana dalam pasal 162 ayat 2.

Uang pisah juga bisa didapatkan oleh karyawan pada level ini jika memang tertulis dalam perjanjian awal kerja yang dibuat dan ditandatangani bersama perusahaan.

Karyawan memiliki hak untuk mengundurkan diri pada sebuah perusahaan tempatnya bekerja. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 162 yang berbunyi :

“Pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri, memperoleh uang penggantian hak sesuai ketentauan pasal 156 ayat (4).”

Jika resign dari kantor, Anda tetap mendapatkan hak mendapatkan uang pisah dan UPH yang seharusnya diterima. Uang pisah adalah uang penghargaan yang jumlahnya sesuai nominal yang sudah disepakati dalam kontrak kerja sebelumnya.

Uang pisah ini harus diberikan kantor kepada karyawan yang memiliki tugas dan fungsinya tidak mewakili perusahaan. Kisaran uang tersebut tidak diatur Undang-Undang, perusahaan sendirilah yang bisa menentukan jumlah kisaran uang tersebut atas kesepakatan awal dengan karyawan.

Oleh karena itu, tidak heran jika perusahaan menerapkan besaran Uang Pisah dengan berbeda-beda. Beberapa perusahaan memberikan Uang Pisah sesuai dengan besarnya UPMK karyawan yang kena PHK dengan aturan masa kerja yang sama.

Namun, ada juga yang mengaturnya secara spesifik, seperti misal Uang Pisah hanya diberikan kepada karyawan yang masa kerjanya di atas lima tahun dan sebagainya.

Karyawan yang bekerja pada posisi yang berada dalam jajaran middle dan low berhak mendapatkan uang pisah selain UPH yang ketentuannya sesuai dengan pasal 156 ayat 4. Karena karyawan pada tingkatan ini tidak berhubungan langsung secara fungsi dengan perusahaan.

Posisi yang termasuk middle seperti supervisor, manager, atau senior manager. Sementara untuk yang low management seperti staf dan pekerja biasa yang tanpa jabatan. Dan semuanya berhak mendapatkan uang pisah.

Maka, pada awal kerja Anda harus memastikan ketentuan dari uang pisah yang telah dituangkan dalam perjanjian perusahaan dengan Anda. Tetapi, meskipun tidak diatur saat kontrak kerja, tidak otomatis perusahaan menghilangkan hak pekerja atas uang pisah tersebut.

Pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 memang tidak dibahas aturan resmi terkait pemberian Uang Pisah dalam salah satu pasalnya. Meskipun begitu perusahaan berikut pada pekerjanya bisa menjadikan salah satu dari berbagai putusan yang dilakukan oleh PHI sebagai acuan.

Baca juga, 5 Contoh Surat Pengunduran Diri Karyawan yang Benar

Bahkan banyak putusan PHI (Pengadilan Hubungan Internasional) yang menghukum perusahaan yang tidak membayar uang pisah kepada pekerjanya yang resign. Maka dari itu, karyawan yang resign dari kantor bisa menuntut ke pengadilan jika perusahaan tidak membayar uang pisah.

2. Hak Mendapatkan Uang Cuti Tahunan yang Belum Diambil

Karyawan juga berhak mendapatkan uang cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. Hal ini diatur juga dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 pasal 156 ayat 4 yaitu “Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, maka dapat diganti ke dalam bentuk uang.”

Perhitungan hak cuti karyawan adalah jumlah bulan hari kerja sampai waktu pengunduran diri dibagi dengan jumlah bulan dalam setahun, kemudian dikalikan dengan hak cuti selama setahun. Saat menghitung jumlah uang sisa cuti tersebut, ada 3 hal yang harus Anda perhatikan :

  1. Upah kotor yang diterima karyawan
  2. Hak cuti yang diterima selama 1 tahun
  3. Tanggal efektif pengunduran diri karyawan

Untuk perhitungan cuti tahunan yang diuangkan yaitu hak cuti karyawan dibagi jumlah hari kerja di dalam satu bulan, kemudian dikalikan dengan upah kotor yang diterima karyawan.

Jadi, contohnya seorang karyawan A resign dari kantor diri pada bulan Oktober. Jumlah gaji perbulannya adalah Rp. 3 juta. dan hak cuti penuh selama satu tahun adalah 12 hari. Mengingat A hanya bekerja sampai bulan Oktober maka hak cutinya adalah sebagai berikut :

Jika A sudah mengambil hak cuti sebanyak 5 hari pada bulan sebelumnya, maka sisa cuti A pada bulan ke 10 adalah :
10/12 x 12 = 10-5 hari yang telah diambil cuti.

Jadi penghitungan sisa cutinya adalah (hak cuci prorata / 23 hari kerja di bulan Oktober) x (upah kotor) :
5 hari / 23 hari x Rp. 3 juta = Rp. 652.173Jadi karyawan A saat resign dari perusahaannya berhak mendapatkan hak cuti yang bisa diuangkan sebesar Rp. 652.172.

Tetapi, untuk perhitungan masa cuti karyawan di setiap perusahaan pasti berbeda karena tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing. Sehinga, sebaiknya sebelum menghitung uang cuti dan resign dari kantor, pastikan terlebih dahulu untuk bertanya ke perusahaan.

3. Hak Mendapatkan Ongkos Pulang

Selanjutnya hak yang bisa didapatkan karyawan karena resign dari kantor adalah hak ongkos pulang. Seorang pekerja yang mengundurkan diri atas kemauannya sendiri dan memenuhi syarat berhak mendapatkan uang penggantian hak (UPH) dan uang pisah.

Besarannya sendiri diatur dalam perjanjian kerja saat kontrak. Hal ini diatur dalam pasal 50 Peraturan Pemerintah Nomor 35 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja (PP 35/2021).

  1. UPH yang seharusnya diterima oleh karyawan yang resign meliputi :
  2. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur,
  3. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat pekerja diterima pekerjaan, dan
  4. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Jadi, berdasarkan ketentuan di atas perusahaan memang memiliki kewajiban untuk memberikan uang pisah dan UPH yang termasuk di dalamnya ongkos pulang ke tempat dimana Anda bekerja.

Semisal Anda tanda tangan kontrak di Lampung kemudian dipindah kontrakan ke Lombok hingga saat pengunduran diri. Maka kondisi seperti inilah yang memungkinkan Anda mendapatkan uang ongkos dari perusahaan.

Tetapi jika saat pengunduruan diri Anda sudah kembali ke Lampung, Anda tidak bisa memperoleh ongkos pulang tersebut.

Bagaimana jika Anda tidak diberikan ongkos pulang? Karena hak ongkos tersebut adalah hak pekerja yang resign, dan sudah ditegaskan dalam undang-undang. Maka Anda berhak meminta kepada perusahaan untuk membayarkan ongkos pulang ke tempat Anda dan keluarga diterima bekerja.

Tetapi, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa saat mengundurkan diri, Anda sudah memenuhi syarat-syarat pengunduran diri yang benar.
Jika ternyata sudah memenuhi syarat pengunduran diri yang benar, tetapi perusahaan tetap tidak memberikan hak tersebut. Maka penyelesaiannya diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.

4. Hak Mendapatkan UP4

Hak berikutnya untuk karyawan resign dari kantor adalah mendapatkan UP4 atau Uang Pengganti Perumahan serta Pengobatan dan Perawatan memang masih jadi bahan perdebatan. Tetapi belum ada putusan MK yang membatalkan aturan pemberian UP4 ini. Sehingga hingga saat ini, perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memberikan UP4 kepada karyawannya yang resign.

Pada tahun 2004 terdapat permasalahan mengenai UP4 ini. Dimana terdapat Surat Edaran (SE) No. 14 Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang menjelaskan bahwa;

“Penggantian uang perumahan serta pengobatan dan perawatan sebesar 15% (lima belas persen) dari uang pesangon dan/uang penghargaan masa kerja, diberikan kepada pekerja yang di PHK karena kesalahan berat atau mengundurkan diri dan dihitung berdasarkan masa kerja sebagaimana diatur dalam pasal 156 ayat (2) untuk perhitungan uang pesangon dan pasal 156 ayat (3) untuk perhitungan uang penghargaan masa kerja”

Intinya pada SE tersebut, menyebutkan bahwa karyawan resign dari kantor, mendapatkan UP4. Namun, setahuan kemudian, berdasarkan SE B 600/2005, Menteri Kerja dan Transmigrasi menyebutkan :

“Oleh karena pekerja/buruh yang mengundurkan diri tidak mendapatkan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja, maka pekerja/buruh yang bersangkutan tidak mendapatkan penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan sebagaimana ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).”

Dalam pasal tersebut menyebutkan bahwa karyawan resign tidak mendapatkan UP4. Tetapi berdasarkan beberapa pertimbangan di bawah ini, karyawan resign dari kantor tetap mendapatkan UP4:

  1. Surat Edaran (SE) tidak dapat menganulir aturan Undang-Undang UU 13/2003
  2. Belum ada putusan MK yang membatalkan pasal 156 ayat (4) UU 13/2003

Sesuai dengan namanya, UP4 ini merupakan pengganti perumahan, perawatan dan pengobatan. Untuk menghitung UP4 ini dilihat dari total nilai pesangon dan atau penghargaan masa kerja sesuai dengan ketetapan. Rumusnya penghitungannya adalah sebagai berikut :

UP4 = 15% x (Uang Pesangon + Uang Penghargaan Masa Kerja)

5. Hak Lain yang Dijanjikan dalam Surat Perjanjian Kerja

Hak lain yang bisa didapatkan karyawan saat resign dari kantor adalah hak sudah diatur sebuah perusahaan saat karyawannya resign. Biasanya sebuah perusahaan memiliki aturan tersendiri saat karyawannya keluar dari perusahaan.

Hak tambahan yang ditetapkan oleh perusahaan ini diluar daripada yang telah diatur dalam Undang-Undang. Jadi, dapat dipastikan setiap perusahaan memiliki aturan yang berbeda-beda terkait hak lain ini.

Yuk baca juga, Perjanjian Kerja: 5 Hal Penting Tentang Kontrak Kerja Karyawan

Jika yang tertulis dalam perjanjian tersebut tidak diberikan oleh perusahaan, maka Anda berhak menuntunya. Dan pastikan saat resign, Anda mendapatkan Surat Keterangan Kerja atau Verklaring/Parklaring.

Nah, Itulah dia 5 hak yang bisa didapatkan karyawan saat resign dari kantor. Sebaiknya Anda mengetahui dan memahami hakmu sebagai pekerja. Hal ini agar Anda terhindar dari masalah hukum yang dapat merugikan Anda saat resign nanti.

Published by
Tohir

Recent Posts

  • Mencari Kerja

Bisakah Melamar Kerja Meski Tidak Ada Lowongan? Berikut Tipsnya

Melamar kerja tanpa ada lowongan?Memang Bisa? Why Not? Anda bisa coba tips berikut ini! Apakah…

2 bulan ago
  • Karier

8 Tips Mengembalikan Semangat Kerja Setelah Liburan

Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan, terutama bagi para karyawan. Sayangnya, bila liburan terlalu lama pun…

2 bulan ago
  • Umum

5 Drama Korea yang Mengajarkanmu Tentang Lika-Liku Dunia Kerja

Apakah Anda menyukai drama korea? Drama Korea memang identik dengan tema romantis. Tteapi selain itu,…

2 bulan ago
  • Sampingan

Cara Membuat Business Plan Sederhana dan Efektif untuk Karyawan

Apakah Anda seorang karyawan dan berencana untuk menjalankan bisnis? Jika iya, maka sebelum menjalankan bisnis…

2 bulan ago
  • Karier

Pengertian dan Tugas General Manager

Menjadi seorang general manager bukanlah perkara yang mudah. Walaupun memiliki gaji yang cukup besar, tanggung…

4 bulan ago
  • Perilaku Kerja

8 Kebiasaan Buruk Saat Duduk yang Dapat Membahayakan Kesehatan Pekerja Kantoran

Bekerja keras dan cerdas memang sangat diperlukan. Tetapi jangan lupa harus memperhatikan pula kesehatan. Karena…

5 bulan ago