Jadi Karyawan

Begini Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

Begini Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

Karyawan merupakan salah satu aset terpenting di perusahaan. Karena itu, bila karyawannya memiliki kinerja baik pasti akan membuat perusahaan semaku maju dan berkembang, begitupun sebaliknya.

Tentunya, tugas seorang pemimpin dalam hal ini adalah agar bisa menjaga performa karyawan dengan baik, tepatnya dengan adanya ‘’timbal balik’’ yang saling menguntungkan.

Hal tersebut perlu dilakukan oleh seorang pemimpin, mengingat para karyawan yang ada tidak akan selanu menunjukkan kinerja terbaiknya.

Walaupun begitu, masih ada kesempattan untuk bisa meningkatkan kinerja karyawan dengan cara-cara efektif yang akan di bahas berikut ini;

Mengetahui Langkah-Langkah Efektif yang Dilakukan untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

1. Memenuhi dan Merealisasikan Hak Karyawan

Ingatkah Anda ketika menerima karyawan-karyawan tersebut untuk pertama kalinya? Pastinya ada tanda tangan hak dan kewajiban karyawan yang telah disepakati bersama, bukan ?

Hak-hak tersebut biasanya meliputi gaji, tunjangan hari raya, hak cuti, dan lain sebagainya.

Begitupula dengan kewajiban yang bisa mencamtukan garis besar pekerjaan yang harus dipatuhi mereka.

Nah, jika karyawan Anda sudah mememuhi kewajibannya, maka segeralah penuhi haknya jangan sampai lupa ataupun lalai.

Karena bila hak karyawan tidak terpenuhi, bisa menyebabkan kinerja karyawan menurun.

Jika sudah memenuhi hak-hak karyawan, namun kinerja masih menurun, barangkali ada penyebab lainnya yang akan di bahas di poin-poin selanjutnya.

2. Berikan Jenjang Karier yang Sesuai dan Jelas

Setiap orang terutama karyawan tentunya ingin memiliki karier yang cemerlang dan juga berkesinambungan.

Karena itu, boleh jadi menurunnya kinerja karyawan dikarenakan tidak adanya ‘’tantangan’’ yang dilalui untuk mereka capai, sehingga bekerja pun terasa membosankan.

Ada baiknya untuk penyegaran dan kemajuan kantor itu sendiri, buatlah sebuah perubahan yang berarti untuk karyawan Anda.

Bangkitkan rasa percaya diri dan kerja kerasnya dengan memberikan jenjang karier yang sesuai dan jelas.

Jika di perusahaan Anda ada karyawan yang telah loyal mendedikasikan kinerja untuk perusahaan, tantanglah Ia untuk bisa mencapai tahap berikutnya dengan layak, yaitu jenjang karier yang lebih tinggi dari sekarang.

Terkadang, para karyawan yang bekerja tersebut selain mengincar gaji yang sesuai dengan keinginannya juga mengincar jenjang karier yang bisa membawanya pada masa depan yang cukup baik.

Jangan sampai hal tersebut diabaikan, karena jika karyawan sudah ‘’tidak betah’’ dan tidak memiliki nasib yang jelas di perusahaan yang Anda pimpinan, bersiaplah untuk kehilangan mereka satu persatu.

Mulailah mendiskusikan hal ini dengan pihak-pihak terkait dan ‘menantang’’ karyawan yang selayaknya pantas untuk mendapatkan karier lebih baik.

3. Berikan Kesempatan Pada Karyawan untuk Menyampaikan Kritikan dan Saran

Penurunan kinerja karyawan boleh jadi bukan dari dirinya saja, ada faktor-faktor lain yang turut andil dalam hal tersebut, salah satunya karyawan memiliki uneg-uneg terhadap pimpinan atau tim manajerial.

Hal tersebut apabila dibiarkan akan menjadi ‘’bom waktu’’ yang sewaktu-waktu bisa ‘’meledak’’ dan meluluh lantahkan apa yang sudah dibangun.

Situasi tersebut bukanlah sesuatu yang berlebihan melainkan kenyataan yang sering terjadi diperusahaan.

Oleh karena itu, berikan mereka kesempatan untuk mengungkapkan kritik dan saran membangun untuk perusahaan, pimpinan, maupun tim manajerial.

Dengan begitu, tidak hanya karyawan saja yang perlu dibenahi tetapi juga sistem utama di perusahaan pun harus mengakui kesalahan, mengoreksi, dan melakukan perubahan demi kebaikan bersama.

Percayalah, dengan adanya ‘’wadah’’ tersebut, kinerja karyawan pun bisa meningkat bahkan melebihi ekspetasi Anda yang diharapkan.

4. Memberikan Punishment dan Reward

Punishment dan reward merupakan salah satu cara efektif untuk bisa meningkatkan kinerja karyawan.

Jika para karyawan tempat Anda bekerja bekerja dengan optimal sesuai dengan apa yang diarahkan, maka sebagai pimpinan perusahaan tidak ada salahnya untuk memberikan mereka reward.

Reward tersebut bisa berupa bonus berupa uang atau barang, jalan-jalan ke luar  maupun dalam negeri, memberikan mereka libur dihari kerja, dan lain sebagainya.

Dengan reward seperti itu, mereka akan terpacu untuk bekerja lebih baik lagi sehingga tidak ada lagi ‘’drama-drama’’ yang tidak mengenakkan atau mendengar karyawan Anda bekerja denga nasal-asalan.

Walaupun begitu, Anda pun perlu membuat punishment yang memang konseksuensi dari pekerjaan yang mereka lakukan.

Tentunya, punishment yang dibuat harus sesuai dengan kesepakatan dan pastikan tidak ada yang dirugikan dalam hal ini.

5. Membuat Sistem Penilaian Kerja dengan Transparan

Pernahkah Anda mendengar atau mengalami sendiri, dimana karyawan Anda protes dikarenakan manajemen perusahaan berbuat tidak adil?

Berbuat tidak adil ini tentunya bermacam-macam bentuknya, entah ini memberikan gaji lebih pada seseorang yang kinerjanya dinilai kurang baik, memberikan proyek pada orang-orang tertentu yang dekat dengan pimpinan, dan lain sebagainya.

Jika pimpinan tidak bermaksud demikian, tetap saja akan ada prasangka yang buruk sehingga karyawan pun malas bekerja dan makin lama kinerja mereka pun akan menurun.

Oleh karena itu, patutlah pihak perusahaan melakukan sistem penilain dengan transparan. Alangkah lebih baik bila dilakukan di awal penandatangan kontrak agar mereka pun tahu, apa saja penilain kerja yang dilakukan oleh perusahaan.

Hal tersebut akan berguna, ketika kinerja mereka menurun dan cepat menyadari mana saja yang perlu dibenahi dan dievaluasi.

6. Mengadakan Training dan Pelatihan

Jika poin-poin di atas sudah Anda lakukan namun, kinerja karyawan masih juga menurun dan belum stabil, maka cara beriktunya yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan training dan pelatihan.

Training dan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk membuka dan menambah pengetahuan baru para karyawan.

Ibarat sebuah mesin dalam mobil, tentunya harus ada yang diperbaharui atau diganti agar bisa menunjukkan performa yang baik.

Begitu pula dengan para karyawan Anda, boleh jadi perusahaan yang berjalan di tempat tersebut dikarena ‘’tertinggal’’ banyak informasi dan situasi yang terkini.

Misalnya, karyawan bagian keuangan terasa lambat menyetorkan keuangan atau keuntungan perusahaan pada hari itu.

Ternyata usut punya usut, sistem yang digunakan sudah ketinggalan zaman dan pantas saja jika perusahaan menerimanya dengan lambat.

Begitupla untuk para marketing dan sales, boleh jadi penjualan menurun dikarenakan komunikasi mereka yang masih terbatas dan memang harus diadakan pelatihan public speaking untuk bisa mendapatkan konsumen dengan cara yang baik dan benar.

7. Menjalin Pertemanan yang Akrab

Selain karena gaji yang sesuai dengan harapan, faktor lain yang dimiliki karyawan untuk membuat kinerja lebih baik adalah suasana pertemanan di kantor yang menyenangkan.

Iklim pekerjaan yang baik juga menjadi faktor penentu betah tidaknya karyawan tersebut berada di sebuah perusahaan.

Tentunya mereka ada perasaan rindu ke kantor dan betah berlama-lama berada di sana. Hal tersebut jelas menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan karena para karyawan sangat akrab dan bisa bekerja sama dengan baik.

Jika Anda belum melihat karyawan yang seperti itu, cobalah cek apakah akrab dengan teman-teman kantornya?

Jika belum, Anda bisa membuat program dengan tujuan mengakrabkan sesama karyawan, entah itu berwisata bersama, olaharga, atau pun sekedar makan siang bersama dengan mengajak karyawan berpengaruh untuk menyuksesakan hal tersebut.

8. Mencari Sumber Masalah Utama Karyawan

Jika Anda telah melakukan poin-poin di atas tetapi karyawan masih menunjukkan performa buruknya, maka Langkah berikutnya yang harus dilakukan adalah mencari sumber utama dari masalah tersebut.

Anda bisa memanggil karyawan tersebut untuk digali masalah yang sedang dihadapi. Libatkan pula pihak HRD dalam hal ini agar bisa dicari solusinya.

Usahakan jangan sampai menjatukan mentanya dengan menegurnya dihadapan langsung para karyawan. Selain itu jangan buat mereka tersinggung dengan cara tersebut.

Semuanya kembali kepada komunikasi yang baik dan solusi yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Jika karyawan tidak bersikap baik dan kooperatif, Anda berhak untuk melakukan Langkah berikutnya entah itu memecatnya atau memberikan teguran.

Biasanya dengan begitu sudah efektif, agar mereka kembali ‘’tersadar’’ untuk bekerja dengan lebih baik lagi.

Masalah yang dihadapi karyawan juga berbeda-beda dan terkadang cukup unik. Jika masalah tersebut menyangkut keluarganya.

Sebelum memutuskan untuk memecatnya, ada baiknya untuk memberikannya off terlebih dahulu untuk menyelesaikan masalah keluarga yang dihadapi.

Dalam hal ini, sikap bijak Anda sebagai pimpinan akan sangat dihargai oleh karyawan. Membuat mereka malu dan tidak enak sehingga dengan sendirinya akan kembali bekerja dengan kinerja yang baik.

9. Membuat dan Menetapkan Target yang Jelas

Boleh jadi, penyebab menurunya kinerja karyawan adalah karena ketidakjelasan target yang ditentukan perusahaan.

Mereka hanya mengerjakan pekerjaan alakadarnya tanpa adanya ‘’tantangan’’ dan perhitungan yang jelas.

Kadang kala target bukan menjadi penghalang atau pemberat karyawan, melainkan tantangan yang bisa membuat pekerjaan semakin ‘’hidup’’.

Nah, jika Anda melihat tipe-tipe karyawan seperti ini di perusahaan Anda. Segeralah menentukan target yang jelas.

Ajak mereka untuk ‘’memecahkan’’ masalah yang dihadapi perusahaan. Jangan lupa pula untuk menentukan reward dan punishmentnya agar lebih menarik untuk dijalani.

Target tersebut bisa dimulai dengan merencakan target jangka pendek dan panjang. Dengan begitu, mereka pun akan bekerja seoptimal mungkin.

10. Memecat Karyawan

Memecat karyawan merupakan jalan terkakhir dimana Anda sudah tidak melakukan berbagai cara namun belum berhasil pula.

Pemecatan karyawan ini sangatlah bagus dilakukan, manakala seorang karyawan tersebut sudah merugikan karyawan dan juga menganggu kinerja karyawan lain yang masih ingin bekerja di perusahaan.

Anda sebagai pimpinan pun telah melakukan hal yang tetap dan tegas, dimana energi yang ada tidak digunakan berlama-lama untuk karyawan yang tidak ingin mengikuti aturan perusahaan.

Pastinya pemecatan ini akan berdampak pada perusahaan, entah itu baik atau buruk. Namun, pikirkan kembali jangan sampai karena segilintir orang, perusahaan jadi banyak mengalami kerugian.

Perlu dipastikan pula tahap pemecatan ini bisa Anda lakukan dimana karyawan setelah diepringatkan berkali-kali tetapi masih membuat ‘’onar’’ dan sangat merugikan perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Tips Merekrut Karyawan Untuk Usaha Anda? Bagini Caranya

Penutup

Karyawan memang aset terpenting dalam perusahaan sehingga sudah sewajarnya perusahaan memberikan hal yang terbaik untuk mereka. Yaitu dengan melihat pula apa yang mereka butuhkan serta berdampak baikkah pada perusahaan ?

Namun yang pasti, jika perusahaan sudah memberikan yang terbaik bagi karyawan, karyawan pun akan melakukan hal serupa untuk perusahaan.

Semoga dengan informasi tentang 10 cara efektif meningkatkan kinerja karyawan di atas bermanfaat untuk Anda yang saat ini tengah menghadapi masalah di atas.

Exit mobile version