Bagaimana Cara Klaim Asuransi Jiwa yang Benar?

Cara Klaim Asuransi Jiwa yang Benar. Seperti yang diketahui bersama, jenis-jenis asuransi ini di Indonesia ini beragam, salah satunya adalah asuransi jiwa. Ketika seseorang yang mengikuti asuransi tersebut tentunya wajib membayar premi asuransi pada perusahaan yang memuat program tersebut.

Setelah itu, dalam waktu yang telah ditentukan Anda bisa mengklaim asuransi jiwa tersebut dimana pihak perusahaan wajib untuk membayarkannya.

Namun, jarang sekali ada orang yang ingin mengurus asuransi jiwa tersebut dikarenakan administrasi yang ribet dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Boleh jadi, apa yang Anda rasakan tersebut ada langkah-langkah yang belum diketahui sehingga sulit untuk mencairkan.

Tetapi, jangan khawatir karena berikut akan dibahas tentang cara klaim asuransi jiwa yang benar. Dan ini dia pembahasannya.

Apa itu Asuransi Jiwa?

Asuransi jiwa merupakan program perlindungan dalam bentuk pengalihan resiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan. Jika dianalogikan sebagai payung di rumah Anda. Sangat dibutuhkan karena berguna pada saat hujan atau cuaca panas

Asuransi jiwa erat kaitannya dengan pengendalian resiko dalam kehidupan. Menghindari resiko merupakan sesuatu yang selalu dilakukan oleh semua orang. Namun saat sebuah resiko tidak dapat dihindari, maka Anda harus bisa mengendalikan resiko itu sendiri.

Klaim asuransi merupakan suatu kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan asuransi kepada pihak yang tertanggung atau penerima manfaat dari satu asuransi.

Klaim asuransi merupakan permintaan resmi oleh tertanggung kepada perusahaan asuransi (penanggunga) terkait ganti rugi maupun perlindungan finansial sesuai yang tertera pada perjanjian yang telah disepakati dan ditanda tangani oleh pihak tertanggung dan pihak perusahaan asuransi.

Mungkin Anda sering mendengar atau pernah melakukan klaim asuaransi jiwa pada saat berada di rumah sakit atau pergi berobat ke dokter. Pada prinsipnya asuransi bukan semata – mata bentuk ganti rugi, tapi lebih tepatnya bentuk berbagi resiko yang tujuannya meringankan kerugian yang dialami oleh seseorang.

Saat ini banyak sekali produk asuransi yang ditawarkan oleh sejumlah perusahaan asuransi. Satu produk asuransi yang paling populer adalah asuransi jiwa. Jika klaim asuransi adalah hak tertanggung (nasabah) maka premi asuransi merupakan hak penuh perusahaan asuransi yang harus dibayarkan oleh tertanggung setiap bulan atau sesuai kesepakatan.

Jadi asuransi jiwa merupakan manfaat dari kepemilikan asuransi atas premi yang sudah dibayarkan.

Prose klaim asuransi jiwa dapat diurus lebih mudah dengan catatan melalui prosedur yang benar. Umumnya semua perusahaan asuransi memberi banyak kemudahan terkait klaim asuransi ini. Dengan demikian proses pencairan klaim asuransi juga lebih cepat.

Kurangnya pemahaman mengenai cara mengurus klaim asuransi jiwa, sering membuat banyak orang kesulitan mencairkan dana asuransi. Untuk itu, agar memudahkan prosedur klaim asuransi jiwa berikut langkah – langkah yang harus diikuti.

Berikut Alur cara mengklaim asuransi jiwa yang benar.

1. Memberi Informasi yang Akurat

Jika Anda bertindak sebagai pengaju klaim asuransi jiwa, secepatnya harus menginformasikan kepada pihak perusahaan asuransi bahwa pihak tertanggung telah meninggal.

Untuk itu Anda harus menyiapkan salinan surat kematian yang diterbitkan oleh rumah sakit. Surat kematian berisi data tentang kapan, dimana, dan apa yang menjadi penyebab tertanggung meninggal dunia.

Umumnya pihak perusahaan asuransi akan menanyakan hal – hal yang ada kaitannya dengan tertanggung seperti nomor polis asuransi, status polis asuransi, dan semua hal yang berkaitan dengan kematian peserta asuransi.

Jika informasi sudah cukup berikutnya pihak perusahaan asuransi mengirimkan formulir pernyataan klaim yang harus kita isi secara lengkap.

2. Melengkapi Berkas – Berkas yang Diperlukan

Setelah formulir pernyataan klaim asuransi sudah diisi, berikutnya kita harus melengkapi dengan berkas – berkas yang dibutuhkan.

Berkas – berkas yang diperlukan saat klaim asuransi jiwa yaitu:

  • Polis dan Endorsement dengan berkas yang asli
  • Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi
  • Fotokopi KTP atau identitas diri dari penerima manfaat
  • Surat keterangan meninggal dari Dokter/Rumah Sakit yang berisikan penyebab dari kematian.
  • Surat keterangan meninggal dunia dari pemerintah setempat
  • Surat keterangan kepolisian (BAP) asli jika tertanggung meninggal dunia karena kecelakaan.

3. Proses Analisa Klaim Asuransi

Jika dokumen dan berkas – berkas sudah lengkap, pihak perusahaan asuransi akan memeriksa klaim asuransi jiwa terlebih dahulu dengan memverifikasi status polis apakah masih aktif dan juga efektif.

Analisa juga mencakup data diri tertanggung, informasi terkait kematian tertanggung, serta verifikasi berbagi bukti tentang kebenaran kematian tertanggung.

Jika klaim asuransi telah dinyatakan benar dan sah, berikutnya perusahaan asuransi melakukan perhitungan mengenai kewajiban yang harus dibayarkan kepada ahli waris tertanggung.

4. Prosedur akhir

Prosedur akhir dari klaim asuransi jiwa yaitu pembayaran klaim asuransi kepada ahli waris tertanggung. Untuk tahap ini sebaiknya kita menginformasikan terlebih dahulu nomor rekening bank kepada pihak perusahaan asuransi.

Perlu diingat, proses klaim asuransi hingga proses pencairan dana kadang memakan waktu cukup lama. Dalam hal ini pihak perusahaan asuransi sangat teliti dan berhati – hati sewaktu menganalisa klaim asuransi jiwa. Terlebih dahulu lagi jika dana asuransi yang akan dicairkan nilainya diatasnya diatas 1 miliar rupiah.

Hal – hal yang menyebabkan klaim tidak dibayarkan

  • Tidak termasuk dalam risiko yang dipertanggungkan
  • Status polis sudah tidak aktif
  • Masuk dalam ketentuan pre-existing (penyakit sudah diderita sebelumnya). Penyakit – penyakit yang tidak dikemukakan dan tidak ditulis sebelumnya dengan jujur.
  • Masuk dalam masa tunggu
  • Masuk dalam pengecualian polis
  • Dokumen klaim kurang lengkap
  • Telah melewati batas waktu pengajuan klaim

Beberapa Alasan yang Menyebabkan Klaim Meninggal Ditolak

Ada beberapa alasan atau pengecualian yang dapat menyebabkab klaim meninggal ditolak, antara lain:

1. Meninggal Dunia karena Dihukum Mati

Jika pihak tertanggung meninggal dunia karena hukuman mati oleh pengadilan dan terlibat kejahatan, boleh jadi klain asuransi tersebut akan ditolak oleh perusahaan asuransi.

2. Adanya Indikasi Bunuh Diri

Seorang tertanggung yang secngaja atau tidak sengaja mencoba bunuh diri dalam jangka waktu beberapa tahun sejak tanggal berlakunya polis asuransi.

Namun, jika berlakunya beberapa tahun seperti yang ada di kontrak perjanjian, maka pihak auransi wajib membayarkan klaimnya, walaupun karena alasan bunuh diri tersebut.

3. Data Tidak Sesuai

Di beberapa perusahaan asuransi, sesuai dengan ketentuan polis perusahaan berhak menolak atau membatalkan klaim apabila nasabah terbukti telah memberikan informasi yang tidak sesuai saat mengisi formulir.

4. Terindikasi Bentuk Kejahatan

Seorang tertanggung meninggal karena karena indikasi kejahatan, kemudian ada seseorang yang memanfaatkan asuransi tersebut.

Pahami Persyaratan Klaim Asuransi Jiwa di Dalam Polis Sebelum Membeli

Alangkah bijak sebelum Anda mengklaim asuransi, terlebih dahulu harus mengetahui persyaratan klaim asuransi yang telah disepakati di awal.

Maka dari itu, adanya kesadaran diri untuk tidak malas membaca syarat dna juga ketentuannya.

Pada dasarnya, pihka perusahaan sendiri tidak akan merugikan Anda sebagai penanggung, asalkan tahu ‘’aturan mainnya.’’

Selain syarat yang dalam proses kalim asuransi yang harus diketahui, cara lain adalah dengan mencari tahui nomor kontak agen asuransi.

Perlu diingat bahwa agen asuransi tersebut tidak akan selamanya atau abadi menetap di perusahaan tersebut. Maka dari itu, mintalah nomor kontak alternatif lain jika sewaktu-waktu akan mengklaim asuransi tersebut.

Jika tidak ada nomor alternative lain, mintalah alamat perusahaan yang jelas baik di kota tempat Anda tinggal maupun kantor pusat.

Baca juga :

Dengan tindakan aktif yang Anda lakukan, maka proses mengklaim asuransi pun akan mudah dan bisa dilakukan, tentunya jika Anda tidak melakukan tindakan kejahtan, bunuh diri, atau hal lain yang menjadi penyebab ditolaknya klaim asuransi.

Ada empat unsur utama asuransi jiwa sebagai berikut:

  1. Pengalihan risiko atas diri tertanggung kepada penanggung
  2. Pemegang polis harus berkewajiban membayar premi
  3. Penanggung berkewajiban membayar uang pertanggungan atas risiko yang dijamin
  4. Persyaratan dan ketentuan yang diatur dalam polis

Jenis – jenis Asuransi Jiwa

Terdapat 4 jenis asuransi jiwa yang dapat anda miliki yaitu:

1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Produk asuransi jiwa yang memberikan santunan kematian apabila tertanggung meninggal dunia dalam periode yang dijanjikan. Periode tersebut bisa 1, 5, 10, 20 tahun ataupun sampai batas usia tertentu.

2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Produk asuransi jiwa yang memberikan santunan kematian apabila tertanggung meninggal dunia dengan masa asuransi seumur hidup tertanggung.

3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment)

Produk asuransi jiwa yang memiliki dua manfaat yaitu membayar santunan kematian apabila tertanggung meninggal dalam masa asuransi dan membayar manfaat habis kontrak apabila tertanggung masih hidup pada akhir masa asuransi jiwa. Masa asuransi bisa 5, 10, 15, atau bahkan 30 tahun, atau bisa pula berakhir pada usia tertentu.

4. Asuransi Jiwa Unit Link

Produk asuransi jiwa yang memiliki dua manfaat yaitu memberikan prroteksi asuransi jiwa dan memiliki nilai tunai dimana saat nilainya bervariasi sesuai dengan nilai aset investasi tersebut.

Manfaat Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa bertujuan menanggung kebutuhan financial tak terduga dikarenakan meninggalnya seseorang terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut;

  1. Memberikan rasa aman dan menjadikan hidup lebih tenang. Dengan memiliki polis asuransi jiwa, Anda akan terhindar dari resiko kerugian dikemudian hari karena memiliki perlindungan yang dijamin oleh pihak asuransi.
  2. Memiliki tabungan yang bermanfaat untuk hari nanti. Apalagi jika Anda memilih premi asurasi jiwa tersebut.
  3. Apa yang Anda tabungkan lewat asuransi, bisa diperuntukkaan bagi anak atau saudara Anda yang lain.
  4. Bisa untuk modal usaha dikemudian hari.

Dimana Anda Dapat Membeli Asuransi Jiwa?

  1. Tenaga Pemasaran Asuransi Jiwa
  2. Mitra Bank
  3. Online/E-Commerce
  4. Telemarketing

Penutup

Nah, itulah dia cara klaim asuransi jiwa yang benar. Sekarang, tak perlu was0was atau takut terkena penipuan karena pada dasarnya pihak asuransi pun akan bertanggung akan hal tersebut.

Jangan lupa, untuk memberitahu tentang hal ini pada keluarga Anda. Baik keluarga inti ataupun keluarga besar. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga ketika Anda mengalami sesuatu.

Dan tentunya apa yang Anda lakukan tersebut, pada dasarnya ingin memberikan yang terbaik bagi keluarga bukan?

Semoga pembahasan cara klaim asuransi jiwa bermanfaat untuk Anda, pahami syaratnya, ikuti langkah-langkahnya, dan proses klaim asuransi jiwa pun akan berjalan dengan baik. Semoga sukses.

Published by
Afifah

Recent Posts

  • Mencari Kerja

Bisakah Melamar Kerja Meski Tidak Ada Lowongan? Berikut Tipsnya

Melamar kerja tanpa ada lowongan?Memang Bisa? Why Not? Anda bisa coba tips berikut ini! Apakah…

18 jam ago
  • Karier

8 Tips Mengembalikan Semangat Kerja Setelah Liburan

Liburan adalah sesuatu yang menyenangkan, terutama bagi para karyawan. Sayangnya, bila liburan terlalu lama pun…

3 hari ago
  • Umum

5 Drama Korea yang Mengajarkanmu Tentang Lika-Liku Dunia Kerja

Apakah Anda menyukai drama korea? Drama Korea memang identik dengan tema romantis. Tteapi selain itu,…

1 minggu ago
  • Sampingan

Cara Membuat Business Plan Sederhana dan Efektif untuk Karyawan

Apakah Anda seorang karyawan dan berencana untuk menjalankan bisnis? Jika iya, maka sebelum menjalankan bisnis…

3 minggu ago
  • Karier

Pengertian dan Tugas General Manager

Menjadi seorang general manager bukanlah perkara yang mudah. Walaupun memiliki gaji yang cukup besar, tanggung…

3 bulan ago
  • Perilaku Kerja

8 Kebiasaan Buruk Saat Duduk yang Dapat Membahayakan Kesehatan Pekerja Kantoran

Bekerja keras dan cerdas memang sangat diperlukan. Tetapi jangan lupa harus memperhatikan pula kesehatan. Karena…

3 bulan ago