Enaknya Jadi Karyawan, ini 8 Keuntungan yang Dapat Dinikmati

Menjadi karyawan bukanlah sesuatu yang buruk karena selama pekerjaan itu halal, Anda akan mendapatkan keuntungan yang bisa dinikmati.

Diluaran sana pun banyak pula yang menggaungkan enaknya menjadi pengusaha. Tetapi, tak bisa memaksakan kehendak tersebut dikarenakan tidak semua orang mau menjalani profesi ini.

Baca juga: Ini Dia, Tips Menjadi Karyawan yang Oke di Bulan Pertama Masuk Kerja

Setiap profesi pasti ada positif dan negatifnya yang dijalani. Termasuk ketika Anda memilih untuk menjadi karyawan. Berikut keuntungan yang bisa didapatkan.

1. Mendapatkan Penghasilan Setiap Bulan

Gaji
Gaji

Keuntungan pertama menjadi karyawan adalah mendapatkan penghasilan setiap bulannya. Nominal yang didapatkan pun biasanya standar UMK sesuai tempat tinggal.

Jika Anda tinggal di kota metropolitan, jelas akan mendapatkan gaji yang cukup besar. Belum lagi jika jabatan Anda sebagai manager, kepala, atau jabatan penting lainnya. Gaji yang didapat tentunya bisa lebih dari gaji UMK yang ditetapkan.

Penghasilan setiap bulan inilah yang terkadang menjadi pemicu utama seseorang ingin menjadi karyawan.

Terkadang tidak peduli perusahaan sedang naik atau turun, tetapi biasanya jika performanya sedang turun, para karyawan masih tetap aman di gaji setiap bulannya.

Jelas hal ini sangat berbeda dengan para pengusaha. Sebelum menggaji diri sendiri atau orang lain tentunya harus melihat omzet yang didapat pada bulan itu.

Jika omzet sedikit, boleh jadi owner perusahaan tidak mendapatkan gaji dan karyawan pun mendapatkan bayaran yang bisa naik atau turun.

2. Mendapatkan Tunjangan yang Menguntungkan

Selain mendapatkan gaji tiap bulan, seseorang yang menjadi karyawan pun akan mendapatkan tunjangan.

Tunjangan yang diberikan pun beragam. Terlebih jika Anda menjadi karyawan di perusahaan besar. Tunjangan tersebut meliputi, tunjangan pensiun, kesehatan, tunjangan Hari Raya, tunjangan anak dan istri, dan lain sebagainya.

Diantara tunjangan di atas, tunjangan yang paling menguntungkan adalah Kesehatan. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan cukup besar.

Adapun penerapan penggunaan Kesehatan ini bisa dilakukan untuk chek-up Kesehatan tanpa dipungut biaya. Ataupun jika Anda mengalami kecelakaan atau mengalami penyakit menahun, perusahaan biasanya akan menanggung seluruh pengobatan.

Tunjangan Kesehatan tidak hanya berlaku untuk Anda, tetapi bisa untuk keluarga. Contohnya bila istri Anda melahirkan, biaya persalinan bisa dicover oleh perusahaan.

Sedangkan tunjangan yang paling ditunggu oleh para karyawan adalah tunjangan hari raya. Walaupun jumlahnya tidak begitu banyak, semua karyawan pasti akan mendapatkannya baik secara materi maupun bentuk barang.

Selain kedua tunjangan di atas yang menjadi favorit, seorang karyawan pun akan mendapatkan tunjangan pensiun dengan ketentuan dan kebijakan yang ditetapkan perusahaan.

Oleh karena itu, di hari tua nanti Anda tidak perlu pusing-pusing lagi untuk memikirkan pendapatan.

Pada dasarnya, tunjangan di atas bisa Anda dapatkan asalkan tahu ‘’aturan’’ mendapatkannya. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menanyakan langsung pada pihak HRD perusahaan tentang tunjangan, sebelum menandatangani surat kontrak kerja.

Jika perusahaan yang cukup besar biasanya akan memberikan semua tunjangan yang telah di bahas di atas.

3. Bisa Mengambil Cuti

Bersantai
Bersantai

Pada dasarnya setiap karyawan itu bekerja selama 5 – 6 hari dalam seminggu dengan waktu maksimal 8 jam.

Hanya saja, ketika status Anda sudah menjadi karyawan baru, maka ada hak yang bisa Anda gunakan dalam bekerja, yaitu hak untuk mengambil cuti.

Waktu cuti yang digunakan pun beragam, minimal 3 hari maksimal hingga 2 bulan dan tergantung dari kebijakan dan aturan perusahaan itu sendiri.

Artinya, dengan adanya waktu cuti tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk liburan atau sekedar bersantai di rumah.

Saat waktunya cuti, Anda pun tidak perlu memikirkan pekerjaan karena pekerjaan Anda biasanya telah diambil alih oleh yang lain.

Hak untuk mengambil cuti inilah yang kerap menjadi daya tarik seseorang untuk menjadi seorang karyawan.

Tentu, jika menjadi pebisnis waktu untuk bekerja sangatlah fleksibel. Walaupun begitu, mereka tidak akan pernah merasakan jatah cuti atau libur di waktu yang seharusnya.

Apalagi jika Anda seorang perempuan, ada hak cuti melahrikan yang bisa digunakan ketika menjadi karyawan.

Para pebisnis bisa untuk berlibur, manakal ketika bisnis yang dilakoni sudah benar bisa mendatangkan keuntungan atau minimal sudah balik modal.

4. Mudah Mengajukan Pinjaman

Keuntungan berikutnya yang didapatkan ketika menjadi karyawan adalah mudah mengajukan pinjaman.

Pinjaman apapun yang Anda lakukan, baik itu untuk membeli motor, mobil, KPR rumah, cicilan ke bank, dan lain-lain pasti akan dipermudah.

Pasalanya, mereka percaya pada Anda yang akan membayar cicilan tepat waktu dikarenakan memiliki gaji setiap bulannya.

Maka dari itu, untuk mendapatkan cicilan pinjaman tersebut, pihak bank atau Lembaga hanya membutuhkan slip gaji atau surat keterangan penghasilan yang dimiliki.

Baru kemudian petugas bank atau Lembaga akan melakukan survey atau verifikasi kebenaran akan status Anda sebagai karyawan di perusahaan atau instansi tertentu.

Tetapi, walaupun dipermudah untuk pinjaman ada baiknya ketika mengajukan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan penghasilan yang didapatkan.

Tentunya, hal ini berbanding terbalik dengan seorang pengusaha, dimana mereka kerap harus bisa meyakinkan pihak bank maupun Lembaga keuangan untuk mendapatkan cicilan pinjaman sebagai tambahan modal.

Baca juga: 8 Tips Mendapatkan Pekerjaan Baru Di Masa Pandemi

5. Memiliki Jam Kerja yang Jelas dan Teratur

Jam kerja
Jam kerja

Seseorang yang menjadi karyawan tentunya memiliki jam kerja yang jelas dan teratur dibandingkan pengusaha.

Artinya dengan ada kejelasan tersebut, Anda bisa lebih fokus untuk bekerja secara professional. Adapun ketika waktunya pulang atau libur Anda tidak akan bekerja karena bukan atau belum waktunya.

Adapun jika harus bekerja di waktu libur, perusahaan akan menganggap hal tersebut sebagai waktu lembur. Mereka pun akan membayar secara professional diluar gaji bulanan yang biasa Anda dapatkan.

Oleh karena itu, kejelasan dan keteraturan dari segi waktu saja membuat karyawan merasa diuntungkan.

Seperti yang telah disinggung di atas, minimal seorang karyawan bekerja itu adalah 8-9 jam dalam satu hari selama 5-6 kali dalam seminggu.

Diluar itu, para karyawan bebas melakukan apapun termasuk bisa untuk berlibur.

6. Lebih Fokus Menggeluti Satu Bidang

Ketika Anda menjadi karyawan tentunya akan lebih fokus menggeluti satu bidang yang dikuasai hingga bisa mencapai titik level yang ada diperusahaan.

Misalnya, Anda menguasai bidang akuntansi, diawal masuk kerja tentu akan dipekerjakan sebagai staf karyawan bidang tersebut.

Namun, jika Anda serius di bidang tersebut dan menekuninya, lambat laun karier akan naik. Bisa menjadi kepala divisi akuntan atau bendahara, hingga level manajer bendahara perusahaan.

Tentunya, level tertinggi tersebut bisa dicapai ketika Anda bisa lebih fokus menekuni bidang tersebut. Dan tentu saja hal tersebut bisa dicapai ketika Anda menjadi karyawan. Dimana ruang lingkup pekerjaan dan pengembangan karir akan fokus pada apa yang dikerjakan.

Pencapaian level ini sangat sulit dicapai apabila Anda menjadi seorang pengusaha. Bukan tidak mungkin untuk melakukannya. Hanya saja hal tersebut akan sulit dicapai karena fokus Anda terbagi ke beberapa aspek untuk mengembangkan bisnis.

7. Travelling Gratis

Travelling
Travelling

Keuntungan berikutnya yang bisa didapatkan ketika menjadi karyawan adalah travelling gratis. Walaupun terkadang kegiatan travelling ini harus dibarengi dengan tugas atau dinas di luar kota, tetap saja setiap karyawan menantikan hal tersebut.

Karena biasanya, jika dibarengi pekerjaan, akan lebih banyak waktu untuk travelling. Belum lagi bekerja menjadi lebih semangat karena berada pada suasana baru yang biasanya lebih fresh untuk mengungkapkan ide-ide terbaik bagi perusahaan.

Biasanya pihak perusahaan pun tak tanggung-tanggung untuk memberikan perjalan dinas dalam dan luar negeri. Dimana seluruh akomodasi sudah ditanggung oleh pihak perusahaan.

Selain travelling gratis untuk perjalanan dinas, pihak perusahaan pun mengadakan perjalan wisata gratis bagi karyawan-karyawannya yang biasanya dilakukan 6 bulan sekali atau satu tahun sekali.

Sama halnya dengan perjalanan dinas, travelling yang diadakan perusahaan pun dilakukan di dalam dan luar negeri.

Oleh karena itulah, banyak juga orang-orang yang ingin menjadi karyawan karena travelling ini. Terkadang untuk perjalanan wisata ini Anda bisa mengajak keluarga, hingga satu sama lain saling mengenal dan menambah keluarga baru.

Oh iya, selain ditanggung akomodasi, para karyawan pun biasanya mendapatkan uang saku untuk perjalanan wisata tersebut.

Bahkan untuk level yang lebih tinggi biasanya, bebas memilih tempat wisata yang diinginkan.

8. Memiliki Kolega Kerja

Keuntungan berikutnya yang dirasakan adalah karyawan memiliki kolega kerja yang baik untuk psikologis setiap karyawan.

Pasalnya, walaupun sesama teman kerja hakekatnya untuk saling bersaing, dibalik itu semua rekan kerja ada orang yang dapat meningkatkan motivas bekerja lebih baik setelah keluarga.

Tentu saja hal ini tidak bisa dirasakan oleh para pengusaha atau freelancer yang biasanya bekerja sendiri.

Setidaknya ada persaingan antar divisi atau sesama divisi tersebut bisa memicu persaingan yang sehat dan terkadang darisanalah banyak pembelajaran yang diperoleh oleh karyawan itu sendiri.

Memiliki koleg kerja pun biasanya akan berlanjut diluar pekerjaan. Bahkan beberapa ada yang sampai menjalin pertemanan dalam waktu cukup lama walaupun sudah tidak bekerja di tempat tersebut.

Artinya, kolega kerja ini memiliki pengaruh kuat baik itu pengaruh positif dan negatif.

Saat Menjadi Karyawan, Hindarilah sikap berikut ini:

Ketika Anda memutuskan untuk menjadi karyawan, ada baiknya untuk menghindari sikap-sikap berikut ini, yaitu;

1. Bekerja Seenaknya Tanpa Memedulikan Waktu Kerja

Setiap perusahaan pastinya memiliki aturan waktu tersendiri. Oleh karena itu, penuhilah aturan tersebut.

Dimana ketika waktunya bekerja, Anda bekerja secara professional begitupun sebaliknya. Alih-alih ingin menjadi karyawan teladan, Anda bisa menjadi di backlist dari perusahaan.

2. Tidak Mau Mengembangkan Diri

Walaupun perusahaan sudah memberikan gaji pada Anda setiap bulan. Ada baiknya timbul sebuah niatan untuk bisa meningkatkan kualitas kerja.

Caranya pun beragam, bisa dengan mengikuti pelatihan, mengambil spesialis bidang tertentu, dan lain sebagainya.

Semakin baik performa Anda dalam bekerja, maka besar kemungkinan perusahaan akan mempertahankan Anda di perusahaan tersebut.

Bahkan, bisa pula untuk naik jabatan dengan gaji yang nantinya akan besar pula.

3. Tidak Bekerja dengan Profesional

Hindari bekerja dengan tidak professional. Artinya tidak ada tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan atau menunda-nunda pekerjaan padahal sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

Hal tersebut, bisa membuat kredibilitas Anda di mata pimpinan dan rekan kerja Anda adalah orang yang bekerja dengan tidak professional.

Baca juga: Inilah Manfaat Jadi Karyawan Sebelum Buka Usaha Sendiri

Akhir kata, itulah dia pembahasan tentang 8 keuntungan yang bisa dinikmati menjadi karyawan. Semoga bermanfaat.